Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘curhat’ Kategori

Hmm…, apa nih? Juno’s Bride? Juno yang dimaksud di sini adalah salah seorang dewi dalam mitologi Romawi (kerap diasimilasikan dan dikenal sebagai Hera, dewi pada mitologi Yunani) yang merupakan dewi perlindungan pernikahan (dan kaum perempuan Roma—yang tidak relevan dengan postingan ini :P ). Sementara, bride di sini merujuk pada artinya secara harafiah: Pengantin.

Juno’s bride tidak secara spesifik berarti penganti Juno karena sebagai dewi yang melindungi pernikahan, rasa-rasanya semua pengantin di dunia ini memang pengantinnya dia, kan? Juno’s bride adalah istilah yang umum digunakan oleh orang-orang yang menikah di bulan Juni. Mereka beranggapan bila mereka menikah di bulan Juni, bulan yang sering diasosiasikan dengan Juno, pernikahan mereka akan mendapatkan berkah dari Juno sendiri (padahal ya memang tugasnya Juno, lho, buat memberkati setiap pernikahan, gak ngerti lagi deh sama pikiran cewek-cewek ini kok sampe bisa segitunya). Yah, intinya postingan ini akan sedikit banyak membahas tentang pernikahan :lol:

tumben banget, cel? Iya, lanjut baca aja makanya

Untuk mentranslate bahasa

Menembus batas gender?

Ha, menembus batas gender? Sejujurnya saya juga tidak tahu kenapa bisa dibilang seperti itu. Padahal, kalau sepengetahuan saya, gender dan sex itu berbeda. Iya, gender dan jenis kelamin itu tidak sama. Sex, atau jenis kelamin—for those who have “eastern” tender ears, itu menurut saya sudah digariskan. Kamu terlahir dengan penis, maka kamu laki-laki, dan bila kamu terlahir dengan vagina maka kamu seorang perempuan. Sementara itu, gender adalah peran dan peran ini sangat tergantung dengan pilihan yang diambil. Tidak semua yang memiliki penis memilih untuk berperan sebagai laki-laki, dan begitu pun sebaliknya. Peran yang dipilih ini bisa apapun dan seharusnya tidak ada yang boleh melarang, karena itulah gender sering disebut sangat cair.

Kira-kira begitulah yang selama ini saya pahami, kalau ada yang salah mohon dikoreksi secepatnya :lol: Nah, sekarang kembali ke judul.

kenapa menembus batas gender?

Untuk mentranslate bahasa

geser pantat

Dulu…, dulu banget waktu orang-orang masih sibuk ngomongin global warming (sekarang udah pada bosen ngomongin ini kan ya? Agak-agak jarang denger lagi deh) dan saya masih belum terlalu peduli dengan tatanan yang ada pada masyarakat sosial, seorang pito berkata pada saya. “Geser pantat sedikit, lah. Lihat dari sudut yang berbeda.”

… pagi ini saya dengar lagi petuah tersebut dari orang yang berbeda, tentu dengan kemasan yang tak sama pula.

(more…)

Untuk mentranslate bahasa

Akhir-akhir ini saya lagi seneng banget dengerin Sixteen Going On Seventeen yang pertama kali dipopulerkan oleh film The Sounds Of Music. Gak bisa ditampik sih, lagu-lagu macam ini tuh selain iramanya enak, liriknya juga cukup jujur dan apa adanya. Tidak terlalu banyak kata-kata bersayap yang bikin bingung atau yang semacamnya. Yah, niatnya dengerin musik kan memang untuk refreshing, apa kabar aja sih kalau udah bingung harus dengerin irama berbahasa Inggris, eh isinya tidak bisa langsung dipahami, meh! Tapi, sejujur dan se-apa-adanya sebuah lagu, tetap saja ada moral-moral atau makna tersembunyi yang bisa ditarik…, tak terkecuali dengan lagu yang satu ini. Makna-makna tersembunyi yang bisa banyak banget untuk dipelajari satu per satu seiring dengan tingginya ilmu utak-atik gathuk yang kita miliki.

(more…)

Untuk mentranslate bahasa

Ada satu idiom yang menarik kita ada seseorang bertanya kepada, apakah sebenarnya Tuhan itu? Beberapa akan menjawab dengan idiom ini, “God is a director,” sementara beberapa yang lain hanya sekedar tahu saja tentang idiom tersebut. Yah, intinya… itu bukan sebuah idiom yang asing.

Kenapa Tuhan disebut sebagai seorang sutradara? Sebenarnya sederhana saja, karena hidup ini adalah sebuah panggung sandiwara, dan Dia yang duduk di singgasananya tersebut hanya tinggal mengarahkan di awal, dengan ketetapan-ketetapan yang dia buat, aturan, serta naskah yang biasanya dijadikan pedoman dalam berpentas. Lebih dari itu, manusia tak ubahnya seorang aktor ataupun aktris, kesempurnaan ideal hanya ada pada Tuhan sebagai seorang sutradara, dan acap kali, tidak jarang juga manusia bisa dengan sempurna mengikuti idealisme yang diikuti oleh-Nya. Bila sudah seperti ini, free will yang diberikannya pun menjadi pembenaran bagi setiap improvisasi yang dilakukan oleh manusia di atas panggung kehidupannya. Kadang, improvisasi ini bisa mendekati dengan pedoman yang ada pada naskah… dan itu berarti kadang ada juga improvisasi yang membuat panggung kehidupannya hancur tidak karuan.

(more…)

Untuk mentranslate bahasa

It Takes Two To Tango

Tadi kebetulan liat drama semelekete. Biasa aja sih, dimana-mana drama plotnya ya berkisar di situ-situ aja. Ada cewek, ketemu cowok, dan perjuangan cinta mereka yang stripping setiap hari itu dibumbui bermacam-macam muka manis, lidah-lidah cadel, baju-baju bagus yang bikin ngiri… Wis, pokoknya sama sekali ndak matching sama karakteristik tokoh yang harus diperankan.

Cerita antara dua tokoh utama ditangguhkan sebentar. Filler, istilahnya. Dalam drama yang saya tonton itu diceritakan bahwa kerabat tokoh utama tidak memiliki tempat tinggal. Si perempuan yang nampak lemah ini kemudian terpaksa menumpang di rumah seorang mesum yang sudah beristri. Sudah bisa ditebak, bapak semang yang mesum ini akhirnya merayu si kerabat tokoh utama yang memang aduhai. Eh, mendadak si ibu semang masuk memergoki mereka.

… dan PLAK!!!

tipikal bukan?

Untuk mentranslate bahasa

Muka porno yang sangat transparan

Cewek ini keren ya. Mukanya walaupun agak-agak tegas tapi juga agak-agak inosen gimanaaaaa gitu. Berasa pingin ngelindungi atau mandangin itu muka terus-terusan. Tempting beut dah. Setuju nggak? Nggak setuju nggak masalah sih, tapi di mata saya wajah tersebut memang imut, lucu dan enak dilihat terus-terusan.

Aih, si mbak ini…

Untuk mentranslate bahasa

Narasi

Sambungan dari cerpen yang dibuat oleh maxbreaker. Tokoh-tokoh yang bermain dalam –so called– chapter 2 ini masih sama seperti sebelumnya. Ada Adit, Dina, Randu, Fadli, Telo, Sade, dan Gita Gutawa. WTF, ngapain ada Gita Gutawa disini. Berhubung saya agak ales-malesan bikinnya, dan lagi-lagi bikinnya juga pas ngantuk banget, Cerpennya jadi ngelantur kesana kemari panjang bener sumpah nauudzubillah dan rada sinetron. Oh iya, karakterisasinya dibuat sesuai cerpen yang dibuat oleh maxbreaker dan di-OOC-kan sesuai keadaan :D silahkan menikmati.

mari bu~ dibaca dulu cerpennya

Untuk mentranslate bahasa

Konfirmasi

:Yak jadi begini sodara, tiba-tiba saya sadar kalo saya sudah nganggurin blogg ini. Ini post cuman buat pemberitahuan kalo saya masih ngeblogg. Sekaligus konfirmasi alasan-alasan saya lama nggak update.

dan alasan itu adalah

Untuk mentranslate bahasa

Puisi [2]

Nganu, ini repost dari puisi yang ada di facebook. Jadi jangan berharap lebih ya ;) lol.

apa lagi kali ini

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: