<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>the end of trilogy</title>
	<atom:link href="http://celotehsaya4.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://celotehsaya4.wordpress.com</link>
	<description>4 always be the end of trilogy</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Dec 2011 09:59:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='celotehsaya4.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5135f2040666aac381beec3e6200a2b3?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>the end of trilogy</title>
		<link>http://celotehsaya4.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://celotehsaya4.wordpress.com/osd.xml" title="the end of trilogy" />
	<atom:link rel='hub' href='http://celotehsaya4.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>What is God, and who is He?</title>
		<link>http://celotehsaya4.wordpress.com/2011/03/04/what-is-god-and-who-is-he/</link>
		<comments>http://celotehsaya4.wordpress.com/2011/03/04/what-is-god-and-who-is-he/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 18:12:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[satir]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://celotehsaya4.wordpress.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu idiom yang menarik kita ada seseorang bertanya kepada, apakah sebenarnya Tuhan itu? Beberapa akan menjawab dengan idiom ini, &#8220;God is a director,&#8221; sementara beberapa yang lain hanya sekedar tahu saja tentang idiom tersebut. Yah, intinya&#8230; itu bukan sebuah idiom yang asing. Kenapa Tuhan disebut sebagai seorang sutradara? Sebenarnya sederhana saja, karena hidup ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=244&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Ada satu idiom yang menarik kita ada seseorang bertanya kepada, apakah sebenarnya Tuhan itu? Beberapa akan menjawab dengan idiom ini, &#8220;God is a director,&#8221; sementara beberapa yang lain hanya sekedar tahu saja tentang idiom tersebut. Yah, intinya&#8230; itu bukan sebuah idiom yang asing.</p>
<p align="justify">Kenapa Tuhan disebut sebagai seorang sutradara? Sebenarnya sederhana saja, karena hidup ini adalah sebuah panggung sandiwara, dan Dia yang duduk di singgasananya tersebut hanya tinggal mengarahkan di awal, dengan ketetapan-ketetapan yang dia buat, aturan, serta naskah yang biasanya dijadikan pedoman dalam berpentas. Lebih dari itu, manusia tak ubahnya seorang aktor ataupun aktris, kesempurnaan ideal hanya ada pada Tuhan sebagai seorang sutradara, dan acap kali, tidak jarang juga manusia bisa dengan sempurna mengikuti idealisme yang diikuti oleh-Nya. Bila sudah seperti ini, <i>free will</i> yang diberikannya pun menjadi pembenaran bagi setiap improvisasi yang dilakukan oleh manusia di atas panggung kehidupannya. Kadang, improvisasi ini bisa mendekati dengan pedoman yang ada pada naskah&#8230; dan itu berarti kadang ada juga improvisasi yang membuat panggung kehidupannya hancur tidak karuan.</p>
<p><span id="more-244"></span></p>
<p align="justify">Ilustrasi singkat itu cukup membenarkan alasan mengapa banyak orang mengamini idiom &#8220;God is a director.&#8221; Dia memiliki rencana, besar dan kecil, kadang tidak diberitahukan kepada ummatnya, kadang pula diberitahukan dan ini akan menjadi pakem utama sementara untuk hal-hal kecil yang detail, terserah kepada ummatnya bagaimana memainkan perannya masing-masing.</p>
<p align="justify">Bagaimana dengan saya? Saya, sedikit terpengaruh dengan kedewasaan dan beberapa pembicaraan menarik yang sering saya lakukan dengan teman-teman terdekat saya, hanya bisa mengamini idiom tersebut. Soal Tuhan, saya meyakini dia ada, di suatu tempat&#8230; katakanlah kursi sutradara dalam kasus ini. Tapi bagi saya juga, sosoknya sebagai seorang sutradara adalah sesuatu yang mutlak, dimana dia sudah menentukan pakemnya, memberi tahu apa yang harus saya lakukan dan semacamnya. Tapi bagi saya juga&#8230; Tuhan adalah seorang sutradara yang liberal, <i>free will</i> diberikan secara penuh kepada saya agar saya bisa melakukan improvisasi sejauh yang saya inginkan. Dalam hal ini, saya memutuskan untuk tidak menomorsatukan pakem yang dia berikan, saya menomorsatukan kebebasan saya dalam berimprovisasi</p>
<p align="justify"><i>Wait, what?</i></p>
<p align="justify">Dalam pandangan saya, Dia sudah susah payah memberikan kebebasan yang pada saya, kenapa tidak saya gunakan dengan sebaik mungkin? Disini, saya sebagai manusia, sebisa mungkin menomorsatukan sisi humanisme yang saya miliki, dan ya&#8230; saya bisa bilang saya agak menyalahi pakem yang Dia berikan, dalam beberapa sisi. Tapi toh sisi humanisme saya cenderung tidak menentang pakem-Nya di beberapa sisi yang lain. Soal pakem utama yang dia berikan, agama&#8230; saya percaya bahwa Tuhan bukanlah sosok yang begitu kecil untuk bisa dideskripsikan dalam agama. Dia jauh lebih besar daripada itu, dan untuk itu, pakem tentang agama adalah pakem yang paling tidak saya pedulikan <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Tapi itu soal lain. Tentang saya dan bagaimana saya menjalankan peran saya, itu hanya pembuka saja. Pertanyaan yang ingin saya berikan masih tetap sama, &#8220;What is God, and who is He?&#8221;</p>
<p align="justify">Dulu saya hanya sekedar mengamini saja pandangan bahwa Tuhan adalah seorang sutradara dalam panggung kehidupan yang begitu megah ini. Setelah beberapa kejadian—<i>satu kejadian, tepatnya</i>—saya kini tidak hanya mengamini, tapi juga mengimani. Bahkan, saya bisa berlanjut pada pertanyaan berikutnya yang biasanya cenderung tidak ingin dijawab oleh orang lain. God is a director, and He is Jason Reitman.</p>
<p align="justify">Kenapa harus <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jason_Reitman">Jason Reitman</a>?</p>
<p align="justify">Sebenarnya sederhana saja, suatu ketika saya ingin pergi keluar, hujan turun dengan derasnya. Baik, ini tidak bisa ditolak, saya bukan pawang hujan berapapun kancut yang saya lontarkan ke atas atap. Detik-detik hujan mereda, saya gembira&#8230; dan kemudian deras lagi. Baiklah, ini benar-benar di luar kuasa saya, kecuali menunggu&#8230; yang satu itu masih bisa saya usahakan, dan saya memainkan peran yang baik dalam menunggu, saya bisa menjamin hal tersebut, saya bisa berperan dengan sangat manusiawi sekali saat menunggu hujan benar-benar reda. Dan hujan reda, dengan sangat ajaibnya. Saya tersenyum, dan baiklah, saya jadi berangkat. Hujan benar-benar reda, beberapa menit saya menunggu teman perjalanan saya, hampir setengah jam mungkin, dan hujan benar-benar sudah tuntas menunaikan tugasnya. Oh, tentu saja saya senang sekali. Begitu teman saya datang, kami siap berangkat&#8230; kecuali setelah beberapa meter hujan kembali turun&#8230; kali ini dengan sangat derasnya. Terus turun sampai akhirnya kami tiba di tempat tujuan.</p>
<p align="justify">Tidakkah Tuhan benar-benar seperti Jason Reitman? Dalam panggung kehidupan kita yang sebenarnya sederhana ini, dengan premis-premis yang sama sederhananya yang ingin kita capai&#8230; dan Dia ternyata juga menciptakan seorang karakter yang secara tidak langsung menjegal kita dengan tanpa ragu. Turun membasahi bumi memang tugasnya, hujan memainkan perannya dengan baik&#8230; dengan sangat baik sekali, dia turut menghidupi bumi sebagaimana yang memang harus dia lakukan, porsi minor yang sebenarnya cukup penting dalam kehidupan kita. Sama seperti <a href="http://www.imdb.com/character/ch0009437/">Joey Naylor</a> yang dengan polosnya mempedulikan ayahnya. Sama seperti karakter-karakter &#8220;cerdas&#8221; lainnya yang selalu ada dalam film buatannya, hujan juga selalu ada dalam setiap panggung kehidupan masing-masing manusia.</p>
<p align="justify">Dalam kasus saya tadi, hujan mengambil peran sebagai seorang komedian yang tidak secara <i>default</i> didapuk sebagai seorang komedian. <i>Scene stealer</i>, mungkin&#8230; karena perhatian kita pasti akan teralih begitu dia menjalankan perannya&#8230; dan hampir setiap kegiatan yang akan kita lakukan (bahkan tidur pun akan menjadi sebuah penyesalan ketika kita belum mengangkut jemuran dan hujan turun). Sebuah <i>black comedy</i> yang sangat cerdas dan begitu memainkan emosi, kira-kira seperti itulah peran yang diberikan oleh-Nya kepada hujan&#8230; dan hei, kita tidak bisa marah. Kalau kebetulan dia begitu sinis, layaknya <a href="http://www.imdb.com/character/ch0155986/">Ryan Bingham</a>, misalnya&#8230; kita bisa apa? Kalau memang dia begitu &#8220;terbuka&#8221; seperti <a>Leah</a> dalam menjalankan tugasnya, <i>well</i>, kita mungkin akan merasa sedikit tersinggung dan melemparkan pandangan tajam&#8230; tapi dia tidak salah, dia menjalankan apa yang memang harus dijalankannya.</p>
<p align="justify">Begitulah, hujan. Kadang kala dia akan menghancurkan apa yang sudah kita bangun hanya dengan singkat—<i>sangat singkat, bahkan</i>. Tapi kita tidak bisa membencinya. Dia ada, karena karakter seperti itu memang perlu ada untuk mengingatkan kita bahwa hidup tidak seperti yang kita inginkan. Sutradaranya adalah Tuhan, bukan kita&#8230; kita hanya aktor, dan drama yang harus kita mainkan mungkin memang tidak perlu terlalu megah. Hujan ada disana, menyadarkan kita bahwa kita harus sesekali membumi, sama seperti bagaimana dia dengan lepas menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan bumi&#8230; hanya untuk mengingatkan kita bahwa ada Dia yang memegang kendali penuh terhadap panggung kita, sebesar apapun kebebasan kita untuk melakukan improvisasi.</p>
<p align="justify">So, what is God, and who is He? God is a director, and He is Jason Reitman.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/celotehsaya4.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/celotehsaya4.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/celotehsaya4.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/celotehsaya4.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/celotehsaya4.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/celotehsaya4.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/celotehsaya4.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/celotehsaya4.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/celotehsaya4.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/celotehsaya4.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/celotehsaya4.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/celotehsaya4.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/celotehsaya4.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/celotehsaya4.wordpress.com/244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=244&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://celotehsaya4.wordpress.com/2011/03/04/what-is-god-and-who-is-he/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diproteksi:</title>
		<link>http://celotehsaya4.wordpress.com/2010/11/08/224/</link>
		<comments>http://celotehsaya4.wordpress.com/2010/11/08/224/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2010 17:25:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://celotehsaya4.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada ringkasan karena ini adalah tulisan yang dilindungi.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=224&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini terlindungi oleh kata sandi. Anda harus mengunjungi situs tersebut dan memasukkan kata sandinya untuk melanjutkan membaca.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/celotehsaya4.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/celotehsaya4.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/celotehsaya4.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/celotehsaya4.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/celotehsaya4.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/celotehsaya4.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/celotehsaya4.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/celotehsaya4.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/celotehsaya4.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/celotehsaya4.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/celotehsaya4.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/celotehsaya4.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/celotehsaya4.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/celotehsaya4.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=224&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://celotehsaya4.wordpress.com/2010/11/08/224/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngerumpi For Merapi: Saints, we are not.</title>
		<link>http://celotehsaya4.wordpress.com/2010/11/07/ngerumpi-for-merapi-saints-we-are-not/</link>
		<comments>http://celotehsaya4.wordpress.com/2010/11/07/ngerumpi-for-merapi-saints-we-are-not/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 15:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[saran]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://celotehsaya4.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Ngerumpi punya acara, semacam csr ndak wajib untuk meringankan beban para pengungsi korban bencana meletusnya Gunung Merapi—ha ya ndak wajib, ngerumpi bukan korporat jhe. Diprakarsai oleh rasa kemanusia, dan dilakukan secara langsung dan tidak langsung oleh warga ngerumpi dan juga beberapa dermawan lainnya yang mau berkorban. Siapa yang jadi pionirnya? Ya, sebenarnya ndak perlu ambil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=222&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://ngerumpi.com/">Ngerumpi</a> punya acara, semacam csr ndak wajib untuk meringankan beban para pengungsi korban bencana meletusnya Gunung Merapi—ha ya ndak wajib, ngerumpi bukan korporat jhe. Diprakarsai oleh rasa kemanusia, dan dilakukan secara langsung dan tidak langsung oleh warga ngerumpi dan juga beberapa dermawan lainnya yang mau berkorban. Siapa yang jadi pionirnya? Ya, sebenarnya ndak perlu ambil <i>credit</i> lah, tapi kalau memang perlu, @chiilmill bisa disantuni kredit sebagai pencetus ngerumpi punya gawe yang satu ini? Acaranya? Banyak, tapi kurang lebih sama, kita berbagi sedikit apa yang kita miliki untuk para korban bencana yang tengah mengungsi dimana-mana itu.</p>
<p align="justify">*lirik judul*</p>
<p align="justify">Owkey, salah satu dari sekian banyak social media yang saya pantengi untuk mengikuti perkembangan zaman melalui informasi-informasi berharga—walau yang nggak nyampah juga banyak—itu <a href="http://www.twitter.com">twitter</a>. Tidak bisa menutup mata, dengan adanya program ini, saya yang kebetulan berada di Jogja dan beberapa kali ikut medistribusikan bantuan dari teman-teman sekalian ke posko-posko pengungsian beberapa kali disebut sebagai saints oleh beberapa orang. Nggak munafik, sebagai manusia biasa saya cukup tersungging juga dengan sebutan itu, sungguh, saya sangat menghargainya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Tapi sebagai manusia biasa juga, yang kurangnya banyak sekali, saya cukup terkonclang, terdiam, dan malu seketika kala introspeksi dengan sebutan itu. Ya, saints&#8230; jamak, bersama dengan teman-teman lainnya yang mungkin memang pantas menyandang sebutan itu.</p>
<p align="justify">Tapi saya ndak bisa merasa seperti itu e tweeps ^^</p>
<p align="justify">Bagi saya, saints itu julukan yang bahkan lebih tinggi daripada gelar Pahlawan Nasional. Ya. Dan bagi saya pribadi, seseorang itu baru bisa disebut sebagai Pahlawan Nasional ketika dia memberikan derma bagi bangsa yang bisa dirasakan khalayak ramai, dan derma itu dilakukan dari kodratnya sebagai seseorang dengan jabatan dan kondisinya yang memungkingkeun untuk melakukan derma tersebut. Singkatnya, Pahlawan Nasional itu jasanya dilakukan diluar apa yang memang harus dilakukan <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Kalau boleh memberikan contoh, saya ndak bisa merasa kalau seorang—<i>ehem, mantan</i>—presiden dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional karena usahanya dalam memajukan bangsa&#8230; karena memang itulah tugasnya sebagai seorang presiden. Dan saints itu lebih tinggi lagi derajatnya daripada itu.</p>
<p align="justify">Saya bukannya mau merendah, saya memang rendah dan sama sekali ndak maha, apalagi sok maha *keplak @centrino* <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Kondisi saya memang mengharuskan saya berdomisili di Jogja yang banyak sekali kantong-kantong pengungsiannya. Di luar kewajiban saya, sebagai manusia saya toh memang bisa meluangkan sedikit waktu dan tenaga untuk ikut mendistribusikan bantuan dari teman-teman sekalian, itu bukan hal yang begitu susah karena saya memang seorang pengangguran yang waktu senggangnya begitu berlimpah. Jangan menyebut saya sebagai salah seorang saints karena melakukan pekerjaan yang begitu remeh tweeps ^^ Sungguh, saya tidak pantas disebut sebagai seorang saint—apalagi Saint Seiya, cuih!</p>
<p align="justify">Kalianlah para saints sesungguhnya tweeps <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Kalian melebihi saya yang cuman leha-leha, duduk anteng dalem mobil, dengerin lagu secara pribadi dengan headset saya, dan nyanyi-nyanyi ngeriwuhi yang lagi nyetir. Sumpah, kalian, dengan semangat berbagi kalian, adalah saints sebenar-benarnya saint. Tanpa ada bantuan dari kalian, tanpa ada sedikit dana yang kalian kucurkan, tanpa ada keikhlasan yang kalian kucurkan, mungkin kami yang ada di Jogja ini tidak akan bisa bergerak sedikitpun kecuali sekedar cuap-cuap panik di berbagai social media, saya bisa jamin itu, setidaknya untuk saya sendiri <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Jadi, tweeps, teruskan semangat berbagi kalian, jadilah saints dengan terus berderma sedikit dari yang kalian punya untuk Ngerumpi For Merapi ini melalui nomer rekening berikut:</p>
<p align="justify">Mandiri 137-000-6226647 a.n Matilda Narulita (chiil)</p>
<p align="justify">BCA 1260544205 a.n Galuh Kusumaning Tyas (sabishigaru)</p>
<p align="justify">Jangan lupa untuk crosscheck di 08562575899 setelah transfer <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Semua bantuan yang kalian berikan akan kami belanjakan untuk keperluan para pengungsi di sekitar Jogja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Dan bagi kalian yang berada di Jogja dan ingin berbagi lebih jauh (selimut, selimut bayi, sabun, sikat gigi, dan juga peralatan mandi lainnya), kalian bisa menghubungi nomer di atas <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Kalau bisa dijemput, akan kami jemput barangnya untuk didistribusikan. Untuk yang di Surabaya dan ingin berbagi hal yang sama, bisa menghubungi titutismail via twitter (@titutismail) atau Y!M (thoetzz@yahoo.com). Percayalah kawan, mereka sangat membutuhkan bantuan dari kalian, dan untuk itu kalian lebih pantas disebut sebagai seorang saints <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Lalu untuk wilayah Semarang, saya mungkin tidak bisa seperti titut yang rela menjemput bola kapan saja. <b>Khusus untuk wilayah Semarang, bila ingin turut berderma dalam Ngerumpi For Merapi, silahkan mulai kumpulkan selimut, selimut bayi, kue kering (sisa lebaran masih ada toh?), sikat gigi, serta peralatan mandi lainnya pada hari Senin besok (8 November 2010), saya akan mencoba menjemput barang-barang itu pada hari selasa (9 November 2010) dan besoknya akan saya serahkan pada @chiilmill untuk didistribusikeun</b>. Sama seperti titut di Surabaya, njenengan bisa menghubungi saya via twitter (<b>@celotehsaya</b>) ataupun Y!M (<b>naga.gini</b>). Penting tweeps ^^ karena tanpa omong-omong dulu, saya ndak tau mesti jemput itu barang dimana <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Last but not least *tsaaah*, bagi kalian yang memiliki kenalan yang ada kerabat di Jogja, atau bahkan kalian sendiri yang ada famili di Jogja&#8230; tolong dengan sangat, beritahukan pada mereka untuk tidak menonton berita tentang merapi. Ekstrim ya? Tapi setidaknya kalau memang kepepet nonton, tolong informasikan pada mereka untuk tidak langsung mengamini setiap informasi yang ada lalu cepat-cepat menyuruh anak-anak atau famili mereka supaya kabur dari Jogja tanpa menanyakan dulu kebenaran kabar tersebut dari mereka yang memang ada di Jogja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Ini penting, sumpah.</p>
<p align="justify">Begini, beberapa hari lalu memang benar zona awas merapi ditingkatkan hingga radius 20 kilometer. Artinya? Simpel tweeps, itu berarti makin banyak korban bencana dan pengungsi. Buru-buru menyelamatkan sanak-saudara padahal mereka berada di zona yang sangat selamat sama saja dengan mengurangi jumlah relawan yang siap sedia untuk membantu para pengungsi tersebut. Salahkan mass-panic, saya tetap akan menyalahkan media yang tidak reliable <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Ok tweeps, mari berbagi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/celotehsaya4.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/celotehsaya4.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/celotehsaya4.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/celotehsaya4.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/celotehsaya4.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/celotehsaya4.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/celotehsaya4.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/celotehsaya4.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/celotehsaya4.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/celotehsaya4.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/celotehsaya4.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/celotehsaya4.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/celotehsaya4.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/celotehsaya4.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=222&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://celotehsaya4.wordpress.com/2010/11/07/ngerumpi-for-merapi-saints-we-are-not/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Soempah Pemoeda 2.0</title>
		<link>http://celotehsaya4.wordpress.com/2010/11/06/210/</link>
		<comments>http://celotehsaya4.wordpress.com/2010/11/06/210/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 16:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://celotehsaya4.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Delapan puluh tahun lebih sudah, pemuda Indonesia berkumpul untuk menyatakan sumpahnya. Kemerdekaan belum didapatkan saat itu, isi dari kepala-kepala mereka pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=210&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a href="http://www.soempahpemoeda.org"><img src="http://celotehsaya4.files.wordpress.com/2010/11/landscape.jpg?w=500"></a></p>
<p align="justify">Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.<br />
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.<br />
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.</p>
<p><span id="more-210"></span></p>
<p align="justify">Delapan puluh tahun lebih sudah, pemuda Indonesia berkumpul untuk menyatakan sumpahnya. Kemerdekaan belum didapatkan saat itu, isi dari kepala-kepala mereka pun masih keras akan idealismenya masing-masing. Tapi justru karena itu, betapa hebatnya mereka karena mampu bersumpah atas kesatuan identitas bangsa. Bangsa Indonesia masih belum merdeka kala itu, bahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sendiri bahkan mungkin belum tertuang meskipun hanya di atas kertas. Tapi mereka sudah bersumpah dalam pengakuan akan tanah air Indonesia serta bangsa Indonesia. Pun dengan Bahasa Indonesia yang dijunjungnya sebagai bahasa persatuan.</p>
<p align="justify">Lalu bagaimana dengan pemuda Indonesia masa kini?</p>
<p align="justify">Enam puluh tahun lebih sudah, pemuda Indonesia tidak lagi hidup di bawah kejamnya penjajahan pemerintah kolonial Belanda, ataupun pemerintahan Jepang dengan fasisme yang dianutnya. Namun tidak dapat dipungkiri, kedamaian yang dulu begitu didambakan oleh pemuda-pemuda-delapan-puluh-tahun-lalu itu justru meluruhkan semangat kepemudaan bangsa Indonesia. Melunturkan semangat persatuan sampai pada batas mengerikan dimana sumpah pemuda hanya dimaknai sebagai salah satu catatan sejarah dalam perjuangan pegerakan kemerdekaan semata. Tidak mengada-ada, tidak banyak pemuda Indonesia kini yang mengerti esensi dari sumpah yang dilakukan pada 28 Oktober 1928 lalu itu. Bahkan, hafal dengan tepat isi sumpah pemuda itu saja sudah dapat dibilang hebat&#8230; pemuda jaman sekarang.</p>
<p align="justify">Apa yang membedakan antara pemuda-pemuda Indonesia zaman sekarang dengan pemuda-pemuda pada zaman sebelum Indonesia merdeka? Bila yang dijadikan alasan hanyalah bahwa pemuda-pemuda pada saat itu dijajah dengan kejam oleh pemerintahan kolonial Belanda, itu bukanlah alasan yang bagus. Karena pemuda di masa modern ini juga mengalami pejajahan yang sama. Sebuah bentuk pejajahan dimana mentalitas mereka harus kalah oleh konsumeritas, individualitas, dan banyak hal lain yang tak dapat ditemukan pada masa perjuangan dulu. Yang membedakan adalah pemuda saat itu bergerak, berjuang melepaskan diri dari penjajahan yang menindas mereka. Sementara kita, para pemuda Indonesia sekarang ini, justru terlena dengan segala kemudahan yang secara halus menjajah kita.</p>
<p align="justify">28 Oktober 1928 adalah satu tonggak sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia yang melibatkan pemuda. 28 Oktober 2010 tonggak itu dipancangkan kembali&#8230; tidak <i>sekedar</i> sebagai sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia, tapi sebagai kebangkitan kembali rasa persatuan&#8230; tidak <i>sekedar</i> oleh pemuda Indonesia biasa, tapi para pemuda Indonesia yang telah turun dalam kehidupan masyarakat digital Indonesa.</p>
<p align="justify">Yaps, seperti yang tercantum dalam <a href="http://www.soempahpemoeda.org">web Soempah Pemoeda</a>&#8230; Bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2010 yang lalu, XL melakukan program CSR Indonesia Berprestasi Award, mengajak masyarakat digital untuk lebih mengenal perjuangan pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1982 yang kerap disebut Soempah Pemoeda dalam sebuah kegiatan bertajuk <a href="http://www.soempahpemoeda.org">Soempah Pemoeda 2.0</a>.</p>
<p align="justify">Kenapa ada embel-embel 2.0 dalam acara tersebut? Apakah hanya untuk sekedar membedakan Soempah Pemoeda ini dengan Soempah Pemoeda yang dilakukan lebih dari delapan puluh tahun tersebut? Otentutidak&trade;, karena sesuai dengan tema besar acara ini yang memang ditujukan untuk masyarakat digital, imbuhan 2.0 setelah Soempah Pemoeda memiliki arti bahwa Soempah Pemoeda ini dilakukan tidak dengan cara biasa oleh pemuda-pemudi biasa, tetapi dilakukan dengan cara yang memiliki corak digital oleh pemuda-pemudi yang bergaul dalam masyarakat digital. Singkat kata, embel-embel 2.0 disana seolah dengan gamblang menyatakan bahwa acara ini akan dilakukan dengan serba digital.</p>
<p align="justify">Masih sama seperti seremonial yang dilakukan lebih dari delapan puluh tahun lalu tersebut, menyatakan sebuah persatuan dan keberagaman dalam masyarakat yang homogen akan terasa seperti omong kosong semata. Pemuda-pemudi yang terpilih untuk menghadiri acara ini pun dipilih dari daerah yang berbeda-beda. Ada <a href="http://agenmossad.wordpress.com/">Jensen</a> yang datang dari Papua, <a href="http://itikkecil.wordpress.com/">Tante Ira</a> yang selalu sibuk di Palembang sana pun juga datang, lalu ada juga <a href="http://restlessangel.wordpress.com/">Mbak Memeth</a>, malaikat pecinta kucing dari Jogja&#8230; dan juga teman-teman saya yang lain, yang berasal dari berbagai daerah yang berbeda, hadir pada acara tersebut.</p>
<p align="justify">Ya, kami memang berteman, dan walaupun kami tidak berada di daerah yang sama, kami tetap berteman&#8230; dunia digital-lah yang membuat kami tetap bertahan sebagai teman. Walaupun harus diakui, tidak jarang dunia digital adalah pihak yang dituding mengurangi rasa nasional pemuda Indonesia. Terbukanya pintu akses yang memudahkan para Indoesia menerima informasi baru serta berhubungan dengan orang-orang di luar sana, kadang meruntuhkan kecintaan para pemuda itu atas kebanggaan akan identitas sebagai pemuda Indonesia. Mulai dari informasi-informasi akan paham-paham baru yang dapat mengguncang rasa kebangsaan, beredarnya pornografi yang secara langsung merusak moral bangsa, hingga bentuk-bentuk penulisan yang dianggap mencederai bahasa Indonesia&#8230; tidak jarang dunia digital adalah pihak yang disalahkan atas mudahnya hal tersebut terjadi.</p>
<p align="justify">Tapi&#8230; masyarakat digital tidak sepenuhnya buruk.</p>
<p align="justify">Tidak dapat dipungkiri, banyaknya pemuda Indonesia yang merambah dunia maya, ditambah dengan mudahnya mereka dalam mengakses segala jenis informasi yang disediakan, merupakan satu hal yang patut dikhawatirkan. Namun, segala masalah yang ada di dunia maya dapat diibaratkan dengan banyaknya masalah yang menerpa para pemuda di masa penjajahan. Dengan adanya serangkaian kegiatan persembahan dari XL—yang tidak hanya terdiri dari sekedar seremonial semata, tetapi juga talkshow, lomba-lomba dan segala kebersamaannya yang lain—saya sangat berharap bahwa pemuda-pemuda yang sering kali hanya dapat bertemu di dunia maya melalui kolom-kolom komentar, jendela <i>messenger</i>, dan media digital lainnya, bisa tetap merasa satu sebagai pemuda Indonesia&#8230; dan kali ini, dunia digital adalah pemersatu semangat perjuangan kami, terlepas dari beragam masalah yang mungkin muncul jika dunia itu tidak disikapi dengan baik.</p>
<p align="justify">Tidak banyak yang dapat saya sampaikan, namun benar&#8230; dimanapun kami berada, bagaimanapun cara kami berinteraksi, dan seberat apapun masalah yang akan kami hadapi, kami semua adalah pemuda Indonesia yang berbangsa, bertumpah darah, serta berbahasa satu&#8230; Indonesia</p>
<p align="center"><img src="http://celotehsaya4.files.wordpress.com/2010/11/73712_451202757263_649412263_5062093_7220100_n.jpg?w=500"></p>
<p align="justify">Dari semua foto tentang kegiatan 28 Oktober kemarin, saya paling suka dan sekaligus paling iri dengan foto yang <i>copyright</i>-nya milik Alex Budiyanto ini <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Andai saya juga ikut ya, kawan&#8230; <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/celotehsaya4.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/celotehsaya4.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/celotehsaya4.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/celotehsaya4.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/celotehsaya4.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/celotehsaya4.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/celotehsaya4.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/celotehsaya4.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/celotehsaya4.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/celotehsaya4.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/celotehsaya4.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/celotehsaya4.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/celotehsaya4.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/celotehsaya4.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=210&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://celotehsaya4.wordpress.com/2010/11/06/210/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://celotehsaya4.files.wordpress.com/2010/11/landscape.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://celotehsaya4.files.wordpress.com/2010/11/73712_451202757263_649412263_5062093_7220100_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>It Takes Two To Tango</title>
		<link>http://celotehsaya4.wordpress.com/2010/03/26/it-takes-two-to-tango/</link>
		<comments>http://celotehsaya4.wordpress.com/2010/03/26/it-takes-two-to-tango/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 12:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://celotehsaya4.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Tadi kebetulan liat drama semelekete. Biasa aja sih, dimana-mana drama plotnya ya berkisar di situ-situ aja. Ada cewek, ketemu cowok, dan perjuangan cinta mereka yang stripping setiap hari itu dibumbui bermacam-macam muka manis, lidah-lidah cadel, baju-baju bagus yang bikin ngiri&#8230; Wis, pokoknya sama sekali ndak matching sama karakteristik tokoh yang harus diperankan. Cerita antara dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=188&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Tadi kebetulan liat drama semelekete. Biasa aja sih, dimana-mana drama plotnya ya berkisar di situ-situ aja. Ada cewek, ketemu cowok, dan perjuangan cinta mereka yang <em>stripping</em> setiap hari itu dibumbui bermacam-macam muka manis, lidah-lidah cadel, baju-baju bagus yang bikin ngiri&#8230; <i>Wis</i>, pokoknya sama sekali ndak matching sama karakteristik tokoh yang harus diperankan.</p>
<p align="justify">Cerita antara dua tokoh utama ditangguhkan sebentar. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Filler_(media)">Filler</a>, istilahnya. Dalam drama yang saya tonton itu diceritakan bahwa kerabat tokoh utama tidak memiliki tempat tinggal. Si perempuan yang nampak lemah ini kemudian terpaksa menumpang di rumah seorang mesum yang sudah beristri. Sudah bisa ditebak, bapak semang yang mesum ini akhirnya merayu si kerabat tokoh utama yang memang aduhai. Eh, mendadak si ibu semang masuk memergoki mereka.</p>
<p align="justify">&#8230; dan PLAK!!!</p>
<p><span id="more-188"></span></p>
<p align="justify">Sangat tipikal sekali. Si ibu semang dipastikan akan menampar si gadis lemah yang rasanya hidupnya selalu penuh derita. Masih belum puas? Si bapak semang ikut-ikutan menuduh bahwa dia telah <i>digoda</i> oleh si tokoh nyaris utama ini. Kalau itu masih belum memuaskan nafsu sadis anda dan gairah masokis si kerabat tokoh utama, di beberapa drama lain juga ada yang menyajikan cerita setelah si <i>penggoda</i> ini ditampar dan <i>difitnah</i>. Biasanya gadis malang yang lemah itu lalu diusir dari rumah si pasangan semang ituh. Nah, kalau sampai seperti ini dahaga anda akan drama tipikal ini belum juga terpuaskan, ada juga yang mengisahkan bahwa si gadis teraniaya itu diusir keluar kampung sambil ditoyorin sama ibu-ibu tetangga, pokoknya ganas deh.</p>
<p align="justify">&#8230; dan itu benar-benar membuat saya bingung, sangat.</p>
<p align="justify">Mengapa setiap kali terjadi kasus perselingkuhan yang ketahuan, mengapa wanita yang diselingkuhi (terutama yang statusnya sudah istri) cenderung menyalahkan si wanita idaman lain? Terlepas dari kisah drama atau bukan, memang tidak menutup kemungkinan bahwa si wanita idaman lain ini memang benar merayu dan menggoda suami ibu-ibu sekalian. Tapi saya merasa janggal pada bagian ini. Hubungan percintaan yang seperti apapun, pada dasarnya seperti tarian tango. Butuh dua orang agar tango itu sempurna. Saya yakin dengan sisi idealisme yang saya miliki bahwa cinta itu berjalan dua arah. Dari laki-laki kepada perempuan, dari perempuan kepada laki-laki. Cinta itu tidak hanya sekedar memberi dan berbahagia, atau menerima luka dan berbahagia. Menurut saya cinta itu memberi, menerima, dan bahagia bersama. Cinta terlarang seklipun, berbentuk hubungan perselingkuhan sekalipun.</p>
<p align="justify">It takes two to tango. Kenapa ibu-ibu yang diselingkuhi lebih suka menyalahkan wanita penggoda daripada suami hidung belang? Apakah ibu-ibu itu merasa bahwa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Argument_from_authority">suami mereka yang baik dan penyayang itu tidak mungkin berselingkuh</a>? Apakah ibu-ibu itu terlalu sadar bahwa suami-suami mereka memang bajingan tapi terlalu sakit untuk mengakui? Atau jangan-jangan ibu-ibu itu marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa melayani suaminya dengan benar, lalu cemburu dan melampiaskan kemarahannya pada si wanita penggoda.</p>
<p align="justify">Oh, tidak. Saya tidak sedang membela wanita penggoda manapun. Saya hanya beranggapan bahwa perselingkuhan tidak bisa dilakukan seorang diri. Sedahsyat apapun godaan si wanita penggoda, perselingkuhan masih bisa dihindarkan bila si laki-laki tetap tak tergoda. Saya belum pernah berselingkuh, saya tidak tahu apa yang melatarbelakangi seseorang untuk berselingkuh. Yang saya tahu, perselingkuhan, bercinta, semuanya didasari pada cinta, dan cinta tidak menggerakkan dunia ini sendirian. Saya kurang tahu seberat apa rasanya bersuamikan seorang bajingan, tapi rasanya tidak adil kalau seuah perselingkuhan, semuanya dibebankan pada wanita penggoda. <i>It takes two to tango</i></p>
<p align="center"><img src="http://farm1.static.flickr.com/60/230357191_31c5c4eba9.jpg"></p>
<p align="center">&#8230; Mana mungkin suamiku pulang ke rumahmu &#8230;<br />
&#8230; Tanpa kau suguhkan, tanpa kau hidangkan &#8230;<br />
&#8230; gula gula gula gula gula gula gula gula &#8230;<br />
&#8230; yang manis &#8230;</p>
<p align="justify">Alasan basi, suamimu itu pada dasarnya emang doyan jajan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/celotehsaya4.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/celotehsaya4.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/celotehsaya4.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/celotehsaya4.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/celotehsaya4.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/celotehsaya4.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/celotehsaya4.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/celotehsaya4.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/celotehsaya4.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/celotehsaya4.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/celotehsaya4.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/celotehsaya4.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/celotehsaya4.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/celotehsaya4.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=188&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://celotehsaya4.wordpress.com/2010/03/26/it-takes-two-to-tango/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm1.static.flickr.com/60/230357191_31c5c4eba9.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Eli Abin Tang &#8211; Give Me A Chance</title>
		<link>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/12/27/eli-abin-tang-give-me-a-chance/</link>
		<comments>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/12/27/eli-abin-tang-give-me-a-chance/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 15:59:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://celotehsaya4.wordpress.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari lalu, ada sms masuk yang terpaksa saya anggurin bab gak ada pulsa. Ini juga tumben-tumbennya saya ndak ada pulsa. Pas kapan itu pulsa habis gegara nelpon si nganu juga ternyata besoknya langsung dapet kiriman pulsa. Pokoknya, kemaren itu beneran di luar kebiasaan banget deh. Seorang celo nggak menghabiskan pulsa itu wajar, lah emang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=185&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Beberapa hari lalu, ada sms masuk yang terpaksa saya anggurin bab gak ada pulsa. Ini juga tumben-tumbennya saya ndak ada pulsa. Pas kapan itu pulsa habis gegara nelpon si nganu <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' />  juga ternyata besoknya langsung dapet kiriman pulsa. Pokoknya, kemaren itu beneran di luar kebiasaan banget deh. Seorang celo nggak menghabiskan pulsa itu wajar, lah emang sering lupa naruh hape dimana. Tapi seorang celo bisa nggak punya pulsa itu&#8230; Aduh, nggak lagi-lagi deh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' />  Ho ya, balik. Beberapa hari lalu ada sms masuk yang membuat saya melongo. Tertohok ceritanya. Terutama karena saya lagi ganti hape, jadi ndak itu siapa yang ngirim karena phonebook emang masih kolong syalala gitu. Isi pesannya gini:</p>
<blockquote><p>celotehsaya-mu suda berhenti tetraloginya? :-&#8221;</p></blockquote>
<p><span id="more-185"></span></p>
<p align="justify">Sebenarnya ide untuk apdet blogg itu banyak, pake banget malahan. Cuman ya karena emang sayanya yang lagi <i>lebih mementingkan study dan karir&trade;</i> makanya ndak bisa langsung seenaknya apdet-apdet blogg gitu. Bener ini, bukan alasan. Contohnya, saya sempet kepikiran buat nulis soal pertanian gegara tercerahkan oleh dosen, atau nulis soal TKW gegara pertanyaan saya ndak sempat terlontar pas sesi tanya jawab di beberapa diskusi bab gender. Dan terutama, saya keingetan kalo saya punya utang nulis soal musik, yang untungnya <strike>beberapa saat lagi akan</strike> lunas sudah!</p>
<p align="justify">Soal musik, saya cenderung bisa mendengarkan berbagai macam jenis musik. Bossanova, J-pop, K-pop, pop, dangdut pun cincay, lagu india juga ndak masalah, a little-little rock juga bisa. Selera musik saya? Nggak ada yang khusus sebenarnya, tapi koleksi saya lebih banyak pop. Nah itu soal musik yang bisa didengarkan dan selera saya. Kalau untuk musik yang sukai, itu tentatif <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Serius, karena <abbr title="kata xaliber">range</abbr> musik yang saya dengarkan cukup luas, lagu yang saya sukai pun beragam-ragam tergantung waktu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Aneh? Nggak jugalah.</p>
<p align="justify">Saya ingat sekali beberapa bulan lalu, saya amat sangat gandrung dengan lagunya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yui_(singer)">YUI</a> yang judulnya Why. Saking gandrungnya, dalam beberapa kali <abbr title="biasa anak gawul, pake Y!M">voice confrence</abbr> saya muter terus itu lagu berulang-ulang sampe-sampe saat saya muterin lagunya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Van_Tomiko">Ban Tomiko</a>, dikiranya lagi muterin lagunya YUI itu. Padahal sumpah, saya sama sekali nggak suka penyanyi cewek sok multi-talented itu. Tapi lagunya emang bagus, dan saya suka lagunya.</p>
<p align="justify">Nah, di lain waktu, saya nyasar ke <a href="http://eliabintang.com/download/#comments">sini</a> via <a href="http://www.plurk.com">plurk</a>. Dan setelah sukses mengunduh, enyahlah sudah YUI dari playlist <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Kenapa saya suka dengan lagu tersebut? Sebagian mungkin karena euforia <i>merasa kenal dengan yang menyanyikan</i>. Tapi harus diakui, <b>Give Me A Chance</b> yang dibawakan oleh <a href="http://eliabintang.com">Elia</a> memang lagu yang benar-benar bagus <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Loh, sungguh ini, ndak mengada-ada. Coba saja anda menyempatkan waktu sejenak mendonlod lagu tersebut di &#8220;<em>sini</em>&#8221; yang saya nyasar di awal paragraf itu dan cobalah dengarkan.</p>
<p align="justify">Saya hanya pendengar musik yang betah mendengar satu lagu diputar berulang-ulang semalaman, saya bukan kritikus musik ataupun orang yang ngerti musik. Bukan, sama sekali bukan. Saya nggak bisa menilai dengan objektif lagunya Elia itu. Tapi, kalau harus berkomentar, satu-satunya yang mengganggu di lagu itu adalah noise&#8230; dan itu pun adalah faktor eksternal. Jika mengabaikan faktor eksternal, saya bisa bilang bahwa &#8220;Give me a chance&#8221; adalah lagu akustik yang enak dan layak didengarkan. Petikan gitar yang terasa pilu, ditambah suara pejantan yang agak-agak serak gimanaaaaaaa gitu. Jujur, saya sempat mengulang lagu ini berkali-kali berurutan dalam semalaman sambil menemani saya onlen&#8230; semalaman.</p>
<p align="justify">Entah kenapa, saya merasa lagu itu cocok didengarkan saat hati lagi kalut dan emosional. Dengerin pake headset! Saya ndak tau anda bakal gimana, tapi kalau saya sih&#8230; Saya terhanyut dengerinnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Nggak cuman saya, <a href="http://www.plurk.com/ujangapri">temen saya yang nyinyirnya stengah mati</a> juga membenarkan pendapat saya mengenai lagu ini. Lagu akustik yang bagus dengan noise yang agak mengganggu. Hail Elia!</p>
<p align="justify">Lalu bagaimana dengan lagu yang saat ini saya dengarkan? Tenang saja, Give Me A Chance masih masuk dalam playlist kok, bersama dengan &#8220;Volturi Waltz&#8221; punya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alexandre_Desplat">Alexandre Desplat</a> dan &#8220;Satelitte Heart&#8221;-nya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anya_Marina">Anya Marina</a>&#8211;score dan juga soundtrack <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/New_Moon_(2009_film)">nyumun</a>. Anyway, New Moon bagus juga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/celotehsaya4.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/celotehsaya4.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/celotehsaya4.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/celotehsaya4.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/celotehsaya4.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/celotehsaya4.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/celotehsaya4.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/celotehsaya4.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/celotehsaya4.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/celotehsaya4.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/celotehsaya4.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/celotehsaya4.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/celotehsaya4.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/celotehsaya4.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=185&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/12/27/eli-abin-tang-give-me-a-chance/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muka porno yang sangat transparan</title>
		<link>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/10/13/muka-porno-yang-sangat-transparan/</link>
		<comments>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/10/13/muka-porno-yang-sangat-transparan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 17:49:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[satir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://celotehsaya4.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Cewek ini keren ya. Mukanya walaupun agak-agak tegas tapi juga agak-agak inosen gimanaaaaa gitu. Berasa pingin ngelindungi atau mandangin itu muka terus-terusan. Tempting beut dah. Setuju nggak? Nggak setuju nggak masalah sih, tapi di mata saya wajah tersebut memang imut, lucu dan enak dilihat terus-terusan. Mbak-mbak diatas ini adalah Miyabi atau Maria Ozawa atau&#8230; you [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=181&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_a4py5G6PEss/SJumfPbaLzI/AAAAAAAAA4Y/tLJhivs0cKM/s400/sexy+psp.jpg"></p>
<p align="justify">Cewek ini keren ya. Mukanya walaupun agak-agak tegas tapi juga agak-agak inosen gimanaaaaa gitu. Berasa pingin ngelindungi atau mandangin itu muka terus-terusan. <i>Tempting beut dah</i>. Setuju nggak? Nggak setuju nggak masalah sih, tapi di mata saya wajah tersebut memang imut, lucu dan enak dilihat terus-terusan.</p>
<p><span id="more-181"></span></p>
<p align="justify">Mbak-mbak diatas ini adalah <a href="http://miyabi-online.com/">Miyabi</a> atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Maria_Ozawa">Maria Ozawa</a> atau&#8230; <a href="http://www.google.com/search?hl=en&amp;client=opera&amp;rls=en&amp;hs=aF6&amp;q=maria+ozawa&amp;aq=f&amp;oq=&amp;aqi=">you name it lah</a>. Beliau kabarnya mau datang ke Indonesia untuk membintangi sebuah film, entahlah, saya agak kurang mengikuti perkembangan berita beliau <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Yang saya tahu&#8211;dan sudah saya duga sebelumnya, kedatangan si nona ini pasti akan menuai kontroversi. Dan ya, benar <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Kontroversi yang bagi saya agak tidak penting pun terjadi. Si ini bilang gini, &#8220;blablabla.&#8221; Si itu bilang anu, &#8220;alalalalala.&#8221; Halah.</p>
<p align="justify">Seperti yang saya bilang, saya memang nggak mengikuti perkembangan berita si mbak dari dia mulai naik daun, sampe kabarnya hiatus yaddayaddayadda. Tapi tadi pas lompat-lompatan portal berita kok ya nemu yang agak nyentil.</p>
<blockquote><p align="justify">&#8220;<b>Kami tetap menolak walau dia tidak membuka auratnya. Miyabi itu mukanya muka porno. Sudah sangat transparan,&#8221;</b> katanya dengan santai. Komentar itu pun langsung disambut suara tawa dari para wartawan yang ada di sekitarnya. <a href="http://entertainment.kompas.com/read/xml/2009/10/13/e174803/Ketua.MUI.Muka.Miyabi.Porno">(sumber)</a></p>
</blockquote>
<p align="justify">I was like, &#8220;Ha!?&#8221; Serius deh. Saya juga bukannya nggak pernah menjelekkan muka seseorang. Tapi seingat saya, rasanya nggak pernah deh menjadikan muka orang sebagai bahan tertawaan di muka publik secara resmi. Sama seperti saya yang menganggap muka mbak-mbak diatas itu lucu, memang benar sih itu haknya Sang Ketua MUI untuk menganggap muka Miyabi itu porno. Tapi&#8230; keknya Miyabi juga bukannya memilih dilahirkan bermuka &#8220;porno&#8221;, kan? Kalau Tuhan punya hati&#8230; Kalau Tuhan benar-benar ada dan punya hati&#8230; Mungkin Dia akan sakit hati karena dianggap &#8220;salah&#8221; memilihkan muka untuk salah satu ciptaan-Nya.</p>
<p align="justify">Duh, muka porno&#8230; dijadikan tertawaan pulak. Mana didokumentasikan&#8230; <i>Speechless</i> aja deh. Kalau mau menghujat kelakuannya dan menjadikan hal tersebut sebagai bahan bercanda sih nggak masalah. Seenggaknya Miyabi bisa disalahkan karena dia memilih melakukan hal tersebut. Tapi kalau muka dan fisik seseorang&#8230; Haha. Lebih baik jadi bahan tertawaan internal aja deh, jangan sampe ke taraf nasional secara formal.</p>
<p align="justify">Oh ya, kalo photo dibawah ini:</p>
<p align="center"><img src="http://www.first-islamic.com/images/Ma_ruf%20Amin.jpg"></p>
<p>Pendapat saya tentang wajah diatas itu, &#8220;Tampak tua, ya?&#8221; Kalau pendapat anda?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/celotehsaya4.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/celotehsaya4.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/celotehsaya4.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/celotehsaya4.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/celotehsaya4.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/celotehsaya4.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/celotehsaya4.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/celotehsaya4.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/celotehsaya4.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/celotehsaya4.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/celotehsaya4.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/celotehsaya4.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/celotehsaya4.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/celotehsaya4.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=181&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/10/13/muka-porno-yang-sangat-transparan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_a4py5G6PEss/SJumfPbaLzI/AAAAAAAAA4Y/tLJhivs0cKM/s400/sexy+psp.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.first-islamic.com/images/Ma_ruf%20Amin.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>5 cm; Don&#8217;t Judge A Book By It&#8217;s Cover&#8230; Not!</title>
		<link>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/10/12/5-cm-dont-judge-a-book-by-its-cover-not/</link>
		<comments>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/10/12/5-cm-dont-judge-a-book-by-its-cover-not/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 13:48:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://celotehsaya4.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin malam atau pagi ini ya? Keknya kemaren malem deh, dengan segala keajaiban yang diizinkan Tuhan untuk terlimpahkan pada saya, akhirnya selesai juga saya membaca Norwegian Wood karangannya Haruki Murakami. Sekedar catatan saja, saya beli buku tersebut sekitar pertengahan tahun lalu, dan mulai membacanya sejak akhir juli 2009 ini. Bukunya sendiri bagus dan dalam. Pilihan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=178&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img src="http://rerere.files.wordpress.com/2007/12/rerere-5cm.jpg?w=500"></p>
<p align="justify">Kemarin malam <strike>atau pagi ini ya? Keknya kemaren malem deh</strike>, dengan segala keajaiban yang diizinkan Tuhan untuk terlimpahkan pada saya, akhirnya selesai juga saya membaca <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Norwegian_Wood_(novel)">Norwegian Wood</a> karangannya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Haruki_Murakami">Haruki</a> <a href="http://www.murakami.ch/">Murakami</a>. Sekedar catatan saja, saya beli buku tersebut sekitar pertengahan tahun lalu, dan mulai membacanya sejak akhir juli 2009 ini. Bukunya sendiri bagus dan dalam. Pilihan diksinya pun keren-keren walaupun *jujur* saya harus mengulang membaca paragraf tertentu beberapa kali sebelum nangkep maknanya. Makanya bagi saya, bisa menyelesaikan membaca buku tersebut adalah sebuah prestasi yang tidak mungkin terjadi tanpa campur tangan pesona keajaiban <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />   Yah intinya nggak lama ini saya nyelesein itu buku <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Begitulah, karena saya sudah menyelesaikan Norwegian Wood, pagi ini saat akan berangkat kuliah saya mulai menimbang-nimbang buku apa yang akan saya bawa ngampus karena toh kuliah selama semester ini jaminan ngebosenin, paten! Awalnya pilihan saya hanya terpaku pada <a href="http://www.tunnelsthebook.com/">Tunnels</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/To_Kill_a_Mockingbird">To Kill a Mockingbird</a> atau mulai membaca <a href="http://www.thetwilightsaga.com/">Twilight</a>. Sebagai catatan, buku-buku tersebut sudah berbulan-bulan saya beli tapi sampai sekarang plastik pembungkusnya aja belum dibuka. <span id="more-178"></span> Di antara box set Twilight saga yang masih terbungkus rapat dan Deeper&#8211;buku kedua Tunnels, ada novel lain&#8230; <a href="http://5cm-legacy.com/">5 cm</a>. <strike>Emangnya pernah beli ya? Oh iya ding, ini kan dibeli awal taun lalu.</strike></p>
<p align="justify">Singkat kata, karena kuliah toh tinggal beberapa menit lagi dimulai dan saya harus buru-buru berangkat kalo gak mau ketinggalan, buru-buru dikeluarkan deh itu novel dari plastik pembungkusnya yang rapet ngelonin selama berbulan-bulan. Langsung buka halaman terakhir, 381 halaman, ok cocok! Eh tunggu, di halaman terakhir itu kok ada muka yang familiar yak? Berasa pernah liat dimana gitu&#8230; dan kalo dipikir-pikir, nama 5 cm juga rasanya gak asing. Setelah bolak-balik kover bukunya dan menemukan testimoni <a href="http://venus-to-mars.com">simbok</a> yang lumayan emosional ituh&#8230; Lah ini bukannya <a href="http://politikana.com/profil/5cm">5 cm</a> yang itu? Jiakakakakakak&#8230; iya ding <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Ternyata emang 5cm yang itu <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Sok dah, semangat!</p>
<p align="justify">Akhirnya mulai baca-baca itu buku di kampus *yang sudah diduga kuliahnya membosankan* dan puji Tuhan ini buku bisa selesai sore hari ini juga. Bukunya keren. Menceritakan tentang 5 orang sahabat yang selalu apa adanya terhadap masing-masing. Selalu berkumpul dan bersama kemana-mana, kompak. Tapi, justru karena kebersamaan mereka itu, kekompokan mereka itu, mereka berlima merasa jenuh dengan kata &#8220;kita&#8221; yang selalu menyertai mereka. Mereka berlima pun akhirnya sepakat berjanji untuk tidak bertemu sampai tiga bulan yang akan datang, 14 agustus.</p>
<p align="justify">Masing-masing dari mereka mengisi waktu 3 bulan itu dengan aktivitasnya sendiri dan sama sekali tidak bertemu satu sama lain. Bahkan saat dua diantaranya nyaris berinteraksi tanpa disengaja lewat layanan chatting pun, mendadak di salah satu pihak listrik padam dan memutus interaksi tersebut <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Mereka berlima benar-benar lepas dari kebiasaan mereka yang selalu bersama untuk tiga bulan tersebut. <b>Arial</b>, cowok ganteng, atletis, dan penuh stamina walaupun sangat lugu dan sering kali membuat repot orang-orang disekitarnya karena dia tidak pernah melanggar peraturan&#8211;yang basa-basi sekalipun, menghabiskan waktu tiga bulan tersebut untuk mengatur hati dan perasaannya pada seorang wanita dan akhirnya memadu kasih dengan wanita tersebut, hal yang belum pernah dilakukannya satu kali pun.</p>
<p align="justify"><b>Zafran</b>, cowok yang tidak kalah cakepnya dengan Arial si pria datar, seorang penyair nyentrik yang kadang kala suka kumat dan berlebihan dalam mengekspresikan apa yang tengah dirasakannya saat itu, dia menghabiskan waktu yang dimilikinya untuk menyelesaikan desain-desain pesanan orang sebagai mata pencahariannya sambil sesekali menghubungi <b>Arinda</b>, gebetannya sekaligus adik Arial <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Sementara itu <b>Riani</b>, satu-satunya wanita dalam kelompok <i>power ranger</i> itu, menghabiskan tiga bulan yang dimilikinya dengan serius menekuni pekerjaan magangnya di salah satu stasiun TV demi memenuhi cita-citanya bekerja di bidang <i>broadcasting</i>. Ada juga <b>Genta</b>, laki-laki yang sering dijadikan pemimpin dalam kelompok itu, orang yang mengusulkan perpisahan sementara mereka, orang yang juga mengatur tempat mereka akan bertemu tiga bulan berikutnya. Menjalani tiga bulan yang dimilikinya dengan terus bekerja dalam usaha <i>event organizer</i> sambil terus mengagumi Riani, gadis yang dikasihinya.</p>
<p align="justify">Ada pula <b>Ian</b>, anggota yang paling terakhir bergabung dalam kelompok itu. Cowok dengan body <i>teletubies</i> yang nggak jarang juga dikira layanan badut dufan <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Dia menghabiskan tiga bulannya untuk kembali menyelesaikan skripsi yang sempat ditinggalkannya, dan berhasil. Tepat setelah pernyataan kelulusannya, tiga bulan yang dijanjikan telah berlalu. Kelima sahabat ini, ditambah Arinda, akhirnya bertemu kembali. Tidak hanya sekedar bertemu, mereka juga melakukan sebuah petualangan menuju tempat dimana samudra menyentuh langit. Persahabatan, perbincangan, percintaan&#8230; dan juga euforia karena sudah tiga bulan tidak bertemu, semua itu tidak mempermudah perjuangan mereka untuk mengibarkan bendera merah putih di tempat dimana samudera menyentuh langit pada tanggal 17 agustus. Semua itu tidak mempermudah perjuangan mereka, tapi jelas menghiasi perjalanan mereka.</p>
<p align="justify">Novelnya keren. Walaupun kesannya simpel tapi perjuangan yang mereka lakukan nggak terlihat gampangan juga. Ada konflik, ada kesenangan, ada percakapan yang penuh makna. Novel ini sedikit banyak bercerita tentang mimpi, dan bagaimana mimpi harus dimiliki oleh setiap manusia, dan bahwa semuanya adalah relatif. Penuh dengan kutipan-kutipan bagus serta penggalan-penggalan lagu dengan makna yang cukup dalam, sumpah kalo nggak takut ngasih spoiler saya pasti bikin postingan yang seemosional&#8211;mungkin bahkan lebih dari&#8211;testimoninya simbok <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Ini buku bener-bener keren buat saya. Serius, sindiran-sindaran yang menyentil, pandangan relativitas Einstein menurut keenam orang tersebut&#8230; Banyak banget yang bisa dipikirkan dari buku ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Saya ingat saya tertarik membeli novel ini karena covernya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Sama seperti pendapat <a href="http://rerere.wordpress.com/2007/12/24/rereres-book-review-based-on-a-writers-request/">disini, di tempat saya ambil sumber gambar kovernya ituh,</a> kopernya emang bener-bener bagus <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Dan walaupun bila sepintas dipandang covernya cuman berisi tulisan 5 cm putih diatas bidang hitam yang kesannya thriller sekali, kalau diliat sekali-dua kali lagi, ternyata di ruang yang kosong itu ada tulisannya lho.</p>
<p align="justify">Anyway, ada pertanyaan dari temen kuliah saya&#8230; <a href="http://infoka.kereta-api.com/jadwal_dan_tarif/artikel.php?ka=MATARMAJA">emang MATARMAJA lewat lempuyangannya Jogja ya?</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/celotehsaya4.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/celotehsaya4.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/celotehsaya4.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/celotehsaya4.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/celotehsaya4.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/celotehsaya4.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/celotehsaya4.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/celotehsaya4.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/celotehsaya4.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/celotehsaya4.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/celotehsaya4.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/celotehsaya4.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/celotehsaya4.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/celotehsaya4.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=178&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/10/12/5-cm-dont-judge-a-book-by-its-cover-not/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rerere.files.wordpress.com/2007/12/rerere-5cm.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>kontemplasi</title>
		<link>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/09/23/kontemplasi/</link>
		<comments>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/09/23/kontemplasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 00:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://celotehsaya4.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Saya sedang berpikir *keras, tentu* tentang keberlanjutan blogg ini. Apakah blogg ini akan ditinggalkan begitu saja? Ataukah blogg ini harus dihapus *lagi*? diapdet-apdet lagi secara rutin? Atau bagaimana? Mungkin blogg ini harus di&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=173&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Saya sedang berpikir *keras, tentu* tentang keberlanjutan blogg ini. Apakah blogg ini akan ditinggalkan begitu saja? Ataukah blogg ini harus dihapus *lagi*? diapdet-apdet lagi secara rutin? Atau bagaimana?</p>
<p>Mungkin blogg ini harus di&#8230;</p>
<p><span id="more-173"></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/celotehsaya4.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/celotehsaya4.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/celotehsaya4.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/celotehsaya4.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/celotehsaya4.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/celotehsaya4.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/celotehsaya4.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/celotehsaya4.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/celotehsaya4.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/celotehsaya4.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/celotehsaya4.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/celotehsaya4.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/celotehsaya4.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/celotehsaya4.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=173&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/09/23/kontemplasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permisi</title>
		<link>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/01/10/permisi/</link>
		<comments>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/01/10/permisi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 12:01:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://celotehsaya4.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Atas pemikiran satu dan lain hal. Terlebih karena unsur tradisi blogg celotehsaya.wordpress.com, dengan ini saya menyatakan untuk berhenti mengapdet blogg ini. Apakah blogg ini akan didelet seperti para pendahulunya ? Saya kurang tau dan kurang mau tau juga. Mungkin suatu saat nanti bila saya tidak melupakan id dan password saya, blogg ini akan saya delete~ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=171&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Atas pemikiran satu dan lain hal. Terlebih karena unsur tradisi blogg celotehsaya.wordpress.com, dengan ini saya menyatakan untuk berhenti mengapdet blogg ini. Apakah blogg ini akan didelet seperti para pendahulunya ? Saya kurang tau dan kurang mau tau juga. Mungkin suatu saat nanti bila saya tidak melupakan id dan password saya, blogg ini akan saya delete~ Atas perhatiannya terima kasih.</p>
<p align="justify">Note : saya tidak akan melanjutkan ke celotehsaya5 karena blogg bersangkutan sudah diakuisisi oleh caplang, dan dengan hebohnya sudah didelet juga. Saya juga tidak akan melanjutkan ke celotehsaya6 ataupun celotehsaya(n+1). Biarlah 4 menjadi penutup.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/celotehsaya4.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/celotehsaya4.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/celotehsaya4.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/celotehsaya4.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/celotehsaya4.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/celotehsaya4.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/celotehsaya4.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/celotehsaya4.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/celotehsaya4.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/celotehsaya4.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/celotehsaya4.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/celotehsaya4.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/celotehsaya4.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/celotehsaya4.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=celotehsaya4.wordpress.com&amp;blog=3341526&amp;post=171&amp;subd=celotehsaya4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://celotehsaya4.wordpress.com/2009/01/10/permisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
