ini kisah seorang gadis…

by celo

ini adalah cerita mengenai seorang gadis. Gadis ini tengah bingung akan sesuatu. Dia dihadapkan pada banyak pilihan. Pilihan-pilihan yang menjanjikan lengkap dengan kekuarangan dan kelebihannya masing-masing yang saling melengkapi. dan tentu saja semakin membingungkan si gadis untuk menjatuhkan pilihan. Di satu sisi dia memikirkan akan berlabuh di pelabuhan yang mana dan apakah pelabuhan itu bisa dijadikan untuk tempat menetap sementara, sampai hatinya ingin berlayar lagi. Hal seperti ini sudah jelas tidak mungkin diputuskan dengan cepat. Dia harus memikirkannya baik-baik, dengan matang dan masak agar nantinya keadaan kapal hatinya tidak semakin parah.

Namun disisi lain, kapal hatinya sudah sedemikian hancurnya hingga harus cepat-cepat berlabuh. Sementara itu, 4 pelabuhan masih menantinya. Diam… penuh cemas dan pengharapan… Akankah kapal hati si gadis itu berlabuh di pelabuhannya ? Apakah nantinya dia dapat menenangkan kapal hati tersebut ? Akankah kapal hati itu betah berlabuh di pelabuhannya ? Apakah dia bisa membagi pelabuhannya yang kecil itu untuk kapal hati si gadis sementara pelabuhannya tidak terlalu besar ? pikiran-pikiran seperti itu terus berpacu di benak masing-masing pelabuhan. Ya pikiran yang manusiawi bagi pelabuhan seperti mereka.

Sementara itu si gadis masih belum bisa memtuskan akan berlabuh dimana… dia semakin bingung dan mulai panik karena waktunya mulai habis. Karena semakin terdesak akhirnya dia meminta pendapat dari orang lain… Dia menceritakan semua kelebihan dan kekurangan pelabuhan-pelabuhan itu. Berdua mereka merundingkan pelabuhan mana yang harus digunakan. Sebenarnya orang yang diminta pendapat ini sudah tahu pelabuhan mana yang diinginkan oleh si gadis.Tapi dia tetap tidak tahu, pelabuhan mana yang nantinya akan digunakan sebagai labuhan hati gadis tersebut. Ya… Sebenarnya gadis itu juga sudah tau dia ingin berlabuh dimana… Hanya saja apakah dia akan berlabuh disitu nantinya ? gadis itu sendiri pun tidak tahu. Hatinya masih bimbang.

Di pelabuhan pertama perairannya sangat tenang. Begitu sejuk walaupun karena terlalu tenangnya itu malah membuat suasana menjadi tidak tenang. Ya… perairan yang terlalu tenang itu justru membuat kapal hati si gadis merasa gundah… Terlebih lagi pelabuhan ini salah sangka dengan orang yang tadinya diminta pendapat oleh si gadis. Dia menatap tajam kepada penasihat itu… merasa jengah dan menginginkan orang itu pergi agar si gadis mau melabuhkan hatinya di pelabuhannya. Perasaan salah sangka itu membuat pelabuhan tersebut semakin muram, perairannya pun semakin tenang, seperti terlarut dalam kesedihannya sendiri… dan semakin engganlah si gadis untuk melabuhkan hatinya disana…

Hanya saja, pelabuhan pertama ini sangatlah kosong sehingga mampu menampung kapal hati si gadis kapan saja…. tidak seperti pelabuhan lainnya… sayangnya… si gadis pernah mengatakan bahwa dia tidak suka melabuhkan hatinya pada pelabuhan ini… Akankah perkataan itu akan ditarik lagi oleh si gadis… atau perkataan itu akan dibiarkan menghilang bersama buih yang menari sendu dengan gulungan ombak…??? biarkan ombak itu yang menjawabnya…

Pelabuhan kedua adalah pelabuhan yang menurut gadis paling pas untuk kapal hatinya… Perairannya yang tidak terlalu tenang dan selalu membuat kapalnya goyang saat akan mendekati pelabuhan ini justru membuat gadis itu merasa tenang. Deburan ombak yang keras bertabrakan terdengar seperti lullaby di telinga si gadis… Ya gadis itu terbuai dalam permainan laut itu… hanya dengan menutup matanya dia sudah merasa tertenangkan dan dia pun membiarkan angin dari arah pelabuhan mencumbunya mesra…

Sayangnya, baik gadis itu maupun semua orang juga mengetahui bahwa di pelabuhan itu sudah lebih dulu tertambat kapal hati milik gadis lain. Kapal lain itu begitu indahnya. terlihat pula bahwa pelabuhan ini mati-matian menjaga kapal hati itu… menjaga agar kapal hati itu tidak berlabuh di pelabuhan lain. sejenak gadis itu pun tertegun… dia memutuskan untuk menghargai usaha sang pelabuhan dalam menjaga kapal tersebut… dia tahu… satu pelabuhan yang demikian kecilnya tidak mungkin muat untuk dua buah kapal… gadis itu tahu itu dan dia menghargai pilihan sang pelabuhan… namun tetap saja kapal hatinya ingin berlabuh di pelabuhan tersebut…

Sementara itu… jauh diseberang ada pelabuhan ketiga… pelabuhan ketiga ini sangat rupawan bentuknya… dia adalah pelabuhan terindah dan tergagah dalam mata si gadis… Perairan di sekitar pelabuhan tersebut memang tenang… tapi entah kenapa angin yang berhembus sepoi-sepoi ternyata juga dapat membuat gadis itu terbuai… dia juga tertenangkan di pelabuhan ini… hanya saja…. bagaimanapun si gadis ini menginginkan perairan yang lebih bergelora… dia tidak terlalu menyenangi perairan yang terlalu tenang seperti ini walaupun itu dapat menenangkan dirinya… dia menginginkan sedikit gejolak… ombak-ombak kecil yang siap menghantam… entahlah… pikiran gadis itu lama-lama mungkin akan mengaramkan kapalnya dan membunuhnya…

sementara itu… pelabuhan keempat adalah pelabuhan yang dikenal baik oleh gadis ini… dia pernah sekali berlabuh disana… namun jika memang peabuhan ini cocok untuknya, kenapa dia kini terombang-ambing di perairan lepas diantara pilihan-pilihan yang harus segera dipilihnya…???

jauh di perairan lepas… sang penasihat yang pernah diminta pendapatnya oleh si gadis duduk termangu… dia memilih menikmati buaian laut… dan juga gulungan ombak yang entah akan mengantarkan kapal si gadis menuju ke pelabuhan yang mana….

met ultah ya gadis… maaf telat๐Ÿ˜‰

ใ‚ญ ใ‚ฟ ใƒŠ ใ‚ค