Antara nama dan kepentingan

by celo

Akhirnya saiyah bisa menyentuh blogg lagi… setelah sekian lama terbengkalai karena saiyah ngurusin forum sebelah tempat saya bekerja tanpa dibayar… akhirnya ohh akhirnya… bisa ngapdett postingan lagi… selama saiyah pergi ke duania nyata dan lain-lain… banyak sekali pengalaman yang saiyah dapatkan… nggak penting sih tapi berarti😳

*Ngelirik judul*  emangnya ada hubungannya anatar anam dan kepentingan…??? kalo menurut saiyah sih ada, tapi saiyah nggak tau apa…. soalnya yang mau saiyah bahas bukan hubungan antara dua variabel ituh… *biggrin*

jadi begini… ada beberapa adegan… adegan nyata yang saya selingi dengan percakapan imajiner…. silahkan baca… *biggrin lagi*

keterangan warna… marun itu saiyah sementara darkblue itu ibu temen saiyah

kejadian nyata

seorang ibu bertanya kepada saiyah… dia bertanya tentang kehidupan saiyah…. pertanyaan standar yang dilontarkan ibu-ibu kepada teman anaknya lah….

Ibu : Namanya siapa ?
saiyah : *dengan senyum manis ala penjilat saiyah kelepasan ngucapin templet kalo ketemu blogger* Celo tante
Ibu : Wah namanya kok lucu. Itu nama panggilan di rumah ya…???
saiyah : *dalam hati berkata “Jamput, modar aku*masih tetap mengembangkan senyum yang dimanis-maniskan* Iyah tante
Ibu : wah namanya unik ya… nama panjangnya siapa nak celo…???
saiyah : *masih dalam hati berkata “Jamput mati tenan aku”*Dengan spontan dan tetep dengan senyum yang dimanis-maniskan* Marcelo Agustaf Wijaya tante…
* * * dan pembicaraan tentang pertanyaan seputar kehidupan sehari-hari pun berlangsung * * *

Ibu : Ooh… ya sudah, tante ambilkan minum dulu ya *ramah*
saiyah : Wah makasih tante. *tetep dengan mengembangkan senyum yang dimanis-maniskan*
*segera ngirim sms ke teman saiyah yang masi ganti baju di kamar “Ndez, nek ditakoni ibumu, jenengku celo, lengkape marcelo agustaf wijaya”*duduk dengan was-was menanti apa yang akan terjadi*

Untungnya ibu temen saiyah itu orangnya agak cuek jadi mungkin temen saiyah nggak ditanya-tanyai dan kami pun segera enyah dari rumah tersebut tanpa saiyah *sepertinya* ketauan berbohong…. hosh hosh… nggak sopan ngebohongin orang tua tapi mau apalagi…??? namanya juga kelepasan…. nggak mungkin dunks saya ngomong, “nama saiyah celo, lengkapanya celotehsaya tante”… (‘-‘a)

sorenya saat adzan berkumandang di kamar kos saiyah. Dmuncullah seorang teman imajiner mendatangi saiyah yang tengah asyik bermain AisleRiot Solitaire sambil ditemani suara merdu Andrea Corr *teuteup*

keterangan warna, marun itu masih tetep saiyah sementara darkblue beralih ke teman imajiner saiyah

berikut ini dialog imajiner
teman imajiner : kamu nggak ibadah…??? udah waktunya kan…???
saiyah : ngapain…??? penting ya…???
teman imajiner : Lho ya iya tho… agama dan Tuhan itu penting, biar kita nggak salah jalan… piye to bocah iki…???
saiyah : lha njuk ngopo…??? saiyah mentingin dia, menomorsatukan kegiatannya, toh dia belum tentu menomorsatukan saiyah…masih banyak membernya yang akan lebih dinomorsatukan olehnya…
teman imajiner : tapi kamu kan umatNya ? ya kamu ikutlah semua kegiatanNya
saiyah : halah, dia masih punya orang lain sebagai member yang loyal mengikuti kegiatannya… yang nggak akan pulang buat tidur sebelum acara selesei… dia nggak akan kesepian… meskipun saya nggak ikut kegiatannya
teman imajiner : Ingat kamu Dia telah banyak memberikan pesan padamu supaya kamu nggak tersesat jalan… kamu nggak mau sedikit pun berterima kasih padaNya…???
saiyah : Beuh… saiyah berterimakasih dengan cara saiyah sendiri… lagian dia berpesan dengan enggan… sangat lama sekali… kalo saiyah nggak memohon bantuannya, dia juga paling lupa kirim pesan ke saiyah… daripada saiyah garing di pinggir jalan nungguin pesannya mending saiyah pulang terus pesta benwit, mumpung libur…
teman imajiner : Kamu itu gimana sih…??? kamu itu udah diberikan nyawa untuk bisa beribadah padaNya kok sekarang malah ngotot nggak jelas…
saiyah : iya memang dia memberikan saiyah nyawa… tapi saiyah ini manusia yang nggak akan pernah puas… selain nyawa saya juga butuh perhatiannya…
temen imajiner : ooh… jadi kamu mutung karena merasa nggak diperhatikan…??? *gigle*
saiyah : saiyah sadar kok masih banyak urusan yang memang lebih penting baginya… dikacangin itu sudah konsekuensi saiyah saat saiyah pertama kali berusaha dekat dengannya… saiyah nggak mutung… tapi kalo dikasi kesempatang buat mutung, ya kenapa nggak…
teman imajiner : ya sudah kalo itu memang maumu, itu pilihanmu… resikonya tanggung sendiri…
saiyah : iya, saya nantikan jum’at nanti…

layar hitam pun menutup lembaran jurnal kali ini…