Resensi

by celo


“Antique Bakery; Western Antique Cake Shop”

Ohohohoho. Demi menghormati salah satu anime yang terpaksa saya tonton dengan terburu-buru dan langsung saya delete karena memori laptop saya penuh, maka nikmatilah sedikit review ngawur yang dibuat saat saya begadang berat inih.

Antique Bakery (Seiyō Kottō Yōgashiten, “Western Antique Cake-Shop”) adalah sebuah anime dengan panjang 12 episode yang diangkat dari manga dengan judul sama oleh studio Nippon Animation. Manganya sendiri pernah menyabet Kodansha Manga Award untuk kategori shōjo di tahun 2002 dan pernah dibuat TV Seriesnya di Jepang sono tahun 2001, menyusul berikutnya baru animenya. Intinya ceritanya adalah…?

Semasa kecilnya Keisuke Tachibana pernah diculik namun anehnya penculik tersebut tidak pernah meminta tebusan apapun kepada keluarganya. Entah bagaimana Keisuke dapat melarikan diri dan selamat dari penculikan tersebut. Tidak ada yang bisa diingat dari penculikan tersebut kecuali penculiknya hanya memberi ia makan kue setiap harinya. Hal ini entah mengapa menyebabkan Keisuke tidak terlalu menikmati memakan makanan manis.

Setelah dewasa Keisuke tiba-tiba berhenti mendadak dari sebuah perusahaan besar tempat ia bekerja walaupun dia merupakan salah seorang top-sales di perubahan tersebut. Selepasnya dari usaha kantoran itu Keichi tiba-tiba saja mebangun sebuah toko kue gaya Prancis yang memiliki model antik. Untuk kemajuan tokonya tersebut, Keichi merekrut seorang pâtissier ternama bernama Yusuke Ono. Merasa senang sesaat karena mendapatkan “famous” pâtissier, Keisuke harus terpuruk lagi karena ternyata Yusuke tidak bisa bekerja baik bersama wanita karena phobianya sehingga Keisuke tidak bisa mempekerjakan wanita di toko kuenya. Belum cukup parah, Yusuke ternyata seorang gay yang terkenal dengan “Demonic Charm” –kemampuan untuk membuat seorang laki-laki yang disukai tertarik padanya; tidak peduli laki-laki itu straight atau gay–. Praktis Keisuke harus semakin selektif mencari pekerja laki-laki yang bukan type pria idaman Yusuke.

Pekerja berikutnya adalah Eiji Kanda, seorang juara tinju dunia kelas bulu yang terpaksa mundur dari tinju karena mengalami kerusakan retina. Di tengah kebimbangannya harus mundur dari dunia tinju, Eiji yang sangat suka makanan manis melihat lowongan pekerjaan di toko Keisuke dan langsng melamar. Karena Eiji bukan type pria idaman Yusuke dia pun diijinkan bekerja disitu sebagai apprentice pâtissier karena Yusuke tidak mungkin menggodanya dan dia pun ternyata memiliki bakat. Beberapa saat setelah mereka menjalankan “Western Antique Cake Shop”, Chikage Kobayakawa –mantan bodyguard dan teman masa kecil Keisuke– datang karena ingin menjaga dan membantu Keisuke. Keadaan menjadi rumit karena ternyata Chikage adalah type pria idaman Yusuke😯 Di saat mereka berempat sibuk menjalankan toko kue tersebut lengkap dengan masalah-masalahnya di kota tersebut ditemukan kasus penculikan anak-anak yang berakhir dengan pembunuhan. Yang mengagetkan ternyata hasil visum polisi menyatakan bahwa isi perut anak-anak itu hanya terdiri dari kue-kue manis.

Soal cerita, anime ini top banget!! Sumpah! Hanya saja motion per picture dan style gambarnya jadul banget dan nyata-nyata ancur kalo ditonton di jaman sekarang. Penyampaian inti masalah yang masih menggunakan “cara lama” juga sukses mengubah episode-episode awal anime ini menjadi sangaaaa~t membosankan. Cuman tenang aja, begitu masuk episode lima dan konflik-konflik mulai muncul anime ini jadi sangat-sangat dinantikan untuk ditonton. Satu lagi yang sangat disayangkan dari anime ini adalah kurangnya pengembangan konflik antar tokoh. Menurutku anime ini punya alur cerita yang unik namun pengembangan konflik yang begitu-begitu saja cukup disayangkan karena membuat anime ini menjadi seperti anime kebanyakan. Padahal dari alur cerita yang beda itu saya mengharapkan pengembangan konflik yang wow😦

Walaupun lumayan banyak jeleknya, tapi ending anime ini sangat-sangat memuaskan. Walaupun bisa dibilang nggantung tapi kita bisa ikut larut dan tersenyum bersama Keisuke di akhir cerita. Pengembangan emosi Keisuke di saat-saat terakhir sungguh keren!!

Oh ya, walaupun anime ini ada unsur yaoinya tapi sayang sekali para penggemar yaoi –terutama yang alirannya hardcore– akan sedikit kecewa karena yaoi di anime ini kalah blow-up dari drama masing-masing tokohnya😆 Yap, anime ini lebih banyak mengembangkan unsur dramanya. Walaupun begitu tetap ada adegan yang cukup menghibur misalnya saat Eiji mencoba membela Yusuke yang tengah di-bully oleh mantan rekan sekerjanya dulu, dengan bodohnya dia mengatakan “Don’t call him faggot! He is gay!”😆

Nggak highly recomended sih, tapi anime ini cukup layak tonton kok😉