5 cm; Don’t Judge A Book By It’s Cover… Not!

by celo

Kemarin malam atau pagi ini ya? Keknya kemaren malem deh, dengan segala keajaiban yang diizinkan Tuhan untuk terlimpahkan pada saya, akhirnya selesai juga saya membaca Norwegian Wood karangannya Haruki Murakami. Sekedar catatan saja, saya beli buku tersebut sekitar pertengahan tahun lalu, dan mulai membacanya sejak akhir juli 2009 ini. Bukunya sendiri bagus dan dalam. Pilihan diksinya pun keren-keren walaupun *jujur* saya harus mengulang membaca paragraf tertentu beberapa kali sebelum nangkep maknanya. Makanya bagi saya, bisa menyelesaikan membaca buku tersebut adalah sebuah prestasi yang tidak mungkin terjadi tanpa campur tangan pesona keajaiban :P Yah intinya nggak lama ini saya nyelesein itu buku :D

Begitulah, karena saya sudah menyelesaikan Norwegian Wood, pagi ini saat akan berangkat kuliah saya mulai menimbang-nimbang buku apa yang akan saya bawa ngampus karena toh kuliah selama semester ini jaminan ngebosenin, paten! Awalnya pilihan saya hanya terpaku pada Tunnels, To Kill a Mockingbird atau mulai membaca Twilight. Sebagai catatan, buku-buku tersebut sudah berbulan-bulan saya beli tapi sampai sekarang plastik pembungkusnya aja belum dibuka. Di antara box set Twilight saga yang masih terbungkus rapat dan Deeper–buku kedua Tunnels, ada novel lain… 5 cm. Emangnya pernah beli ya? Oh iya ding, ini kan dibeli awal taun lalu.

Singkat kata, karena kuliah toh tinggal beberapa menit lagi dimulai dan saya harus buru-buru berangkat kalo gak mau ketinggalan, buru-buru dikeluarkan deh itu novel dari plastik pembungkusnya yang rapet ngelonin selama berbulan-bulan. Langsung buka halaman terakhir, 381 halaman, ok cocok! Eh tunggu, di halaman terakhir itu kok ada muka yang familiar yak? Berasa pernah liat dimana gitu… dan kalo dipikir-pikir, nama 5 cm juga rasanya gak asing. Setelah bolak-balik kover bukunya dan menemukan testimoni simbok yang lumayan emosional ituh… Lah ini bukannya 5 cm yang itu? Jiakakakakakak… iya ding :P Ternyata emang 5cm yang itu :P Sok dah, semangat!

Akhirnya mulai baca-baca itu buku di kampus *yang sudah diduga kuliahnya membosankan* dan puji Tuhan ini buku bisa selesai sore hari ini juga. Bukunya keren. Menceritakan tentang 5 orang sahabat yang selalu apa adanya terhadap masing-masing. Selalu berkumpul dan bersama kemana-mana, kompak. Tapi, justru karena kebersamaan mereka itu, kekompokan mereka itu, mereka berlima merasa jenuh dengan kata “kita” yang selalu menyertai mereka. Mereka berlima pun akhirnya sepakat berjanji untuk tidak bertemu sampai tiga bulan yang akan datang, 14 agustus.

Masing-masing dari mereka mengisi waktu 3 bulan itu dengan aktivitasnya sendiri dan sama sekali tidak bertemu satu sama lain. Bahkan saat dua diantaranya nyaris berinteraksi tanpa disengaja lewat layanan chatting pun, mendadak di salah satu pihak listrik padam dan memutus interaksi tersebut :lol: Mereka berlima benar-benar lepas dari kebiasaan mereka yang selalu bersama untuk tiga bulan tersebut. Arial, cowok ganteng, atletis, dan penuh stamina walaupun sangat lugu dan sering kali membuat repot orang-orang disekitarnya karena dia tidak pernah melanggar peraturan–yang basa-basi sekalipun, menghabiskan waktu tiga bulan tersebut untuk mengatur hati dan perasaannya pada seorang wanita dan akhirnya memadu kasih dengan wanita tersebut, hal yang belum pernah dilakukannya satu kali pun.

Zafran, cowok yang tidak kalah cakepnya dengan Arial si pria datar, seorang penyair nyentrik yang kadang kala suka kumat dan berlebihan dalam mengekspresikan apa yang tengah dirasakannya saat itu, dia menghabiskan waktu yang dimilikinya untuk menyelesaikan desain-desain pesanan orang sebagai mata pencahariannya sambil sesekali menghubungi Arinda, gebetannya sekaligus adik Arial :lol: Sementara itu Riani, satu-satunya wanita dalam kelompok power ranger itu, menghabiskan tiga bulan yang dimilikinya dengan serius menekuni pekerjaan magangnya di salah satu stasiun TV demi memenuhi cita-citanya bekerja di bidang broadcasting. Ada juga Genta, laki-laki yang sering dijadikan pemimpin dalam kelompok itu, orang yang mengusulkan perpisahan sementara mereka, orang yang juga mengatur tempat mereka akan bertemu tiga bulan berikutnya. Menjalani tiga bulan yang dimilikinya dengan terus bekerja dalam usaha event organizer sambil terus mengagumi Riani, gadis yang dikasihinya.

Ada pula Ian, anggota yang paling terakhir bergabung dalam kelompok itu. Cowok dengan body teletubies yang nggak jarang juga dikira layanan badut dufan :P Dia menghabiskan tiga bulannya untuk kembali menyelesaikan skripsi yang sempat ditinggalkannya, dan berhasil. Tepat setelah pernyataan kelulusannya, tiga bulan yang dijanjikan telah berlalu. Kelima sahabat ini, ditambah Arinda, akhirnya bertemu kembali. Tidak hanya sekedar bertemu, mereka juga melakukan sebuah petualangan menuju tempat dimana samudra menyentuh langit. Persahabatan, perbincangan, percintaan… dan juga euforia karena sudah tiga bulan tidak bertemu, semua itu tidak mempermudah perjuangan mereka untuk mengibarkan bendera merah putih di tempat dimana samudera menyentuh langit pada tanggal 17 agustus. Semua itu tidak mempermudah perjuangan mereka, tapi jelas menghiasi perjalanan mereka.

Novelnya keren. Walaupun kesannya simpel tapi perjuangan yang mereka lakukan nggak terlihat gampangan juga. Ada konflik, ada kesenangan, ada percakapan yang penuh makna. Novel ini sedikit banyak bercerita tentang mimpi, dan bagaimana mimpi harus dimiliki oleh setiap manusia, dan bahwa semuanya adalah relatif. Penuh dengan kutipan-kutipan bagus serta penggalan-penggalan lagu dengan makna yang cukup dalam, sumpah kalo nggak takut ngasih spoiler saya pasti bikin postingan yang seemosional–mungkin bahkan lebih dari–testimoninya simbok :D Ini buku bener-bener keren buat saya. Serius, sindiran-sindaran yang menyentil, pandangan relativitas Einstein menurut keenam orang tersebut… Banyak banget yang bisa dipikirkan dari buku ini :D

Saya ingat saya tertarik membeli novel ini karena covernya :D Sama seperti pendapat disini, di tempat saya ambil sumber gambar kovernya ituh, kopernya emang bener-bener bagus :D Dan walaupun bila sepintas dipandang covernya cuman berisi tulisan 5 cm putih diatas bidang hitam yang kesannya thriller sekali, kalau diliat sekali-dua kali lagi, ternyata di ruang yang kosong itu ada tulisannya lho.

Anyway, ada pertanyaan dari temen kuliah saya… emang MATARMAJA lewat lempuyangannya Jogja ya?