Eli Abin Tang – Give Me A Chance

by celo

Beberapa hari lalu, ada sms masuk yang terpaksa saya anggurin bab gak ada pulsa. Ini juga tumben-tumbennya saya ndak ada pulsa. Pas kapan itu pulsa habis gegara nelpon si nganu😳 juga ternyata besoknya langsung dapet kiriman pulsa. Pokoknya, kemaren itu beneran di luar kebiasaan banget deh. Seorang celo nggak menghabiskan pulsa itu wajar, lah emang sering lupa naruh hape dimana. Tapi seorang celo bisa nggak punya pulsa itu… Aduh, nggak lagi-lagi deh😐 Ho ya, balik. Beberapa hari lalu ada sms masuk yang membuat saya melongo. Tertohok ceritanya. Terutama karena saya lagi ganti hape, jadi ndak itu siapa yang ngirim karena phonebook emang masih kolong syalala gitu. Isi pesannya gini:

celotehsaya-mu suda berhenti tetraloginya? :-“

Sebenarnya ide untuk apdet blogg itu banyak, pake banget malahan. Cuman ya karena emang sayanya yang lagi lebih mementingkan study dan karir™ makanya ndak bisa langsung seenaknya apdet-apdet blogg gitu. Bener ini, bukan alasan. Contohnya, saya sempet kepikiran buat nulis soal pertanian gegara tercerahkan oleh dosen, atau nulis soal TKW gegara pertanyaan saya ndak sempat terlontar pas sesi tanya jawab di beberapa diskusi bab gender. Dan terutama, saya keingetan kalo saya punya utang nulis soal musik, yang untungnya beberapa saat lagi akan lunas sudah!

Soal musik, saya cenderung bisa mendengarkan berbagai macam jenis musik. Bossanova, J-pop, K-pop, pop, dangdut pun cincay, lagu india juga ndak masalah, a little-little rock juga bisa. Selera musik saya? Nggak ada yang khusus sebenarnya, tapi koleksi saya lebih banyak pop. Nah itu soal musik yang bisa didengarkan dan selera saya. Kalau untuk musik yang sukai, itu tentatif😀 Serius, karena range musik yang saya dengarkan cukup luas, lagu yang saya sukai pun beragam-ragam tergantung waktu😀 Aneh? Nggak jugalah.

Saya ingat sekali beberapa bulan lalu, saya amat sangat gandrung dengan lagunya YUI yang judulnya Why. Saking gandrungnya, dalam beberapa kali voice confrence saya muter terus itu lagu berulang-ulang sampe-sampe saat saya muterin lagunya Ban Tomiko, dikiranya lagi muterin lagunya YUI itu. Padahal sumpah, saya sama sekali nggak suka penyanyi cewek sok multi-talented itu. Tapi lagunya emang bagus, dan saya suka lagunya.

Nah, di lain waktu, saya nyasar ke sini via plurk. Dan setelah sukses mengunduh, enyahlah sudah YUI dari playlist😛 Kenapa saya suka dengan lagu tersebut? Sebagian mungkin karena euforia merasa kenal dengan yang menyanyikan. Tapi harus diakui, Give Me A Chance yang dibawakan oleh Elia memang lagu yang benar-benar bagus😀 Loh, sungguh ini, ndak mengada-ada. Coba saja anda menyempatkan waktu sejenak mendonlod lagu tersebut di “sini” yang saya nyasar di awal paragraf itu dan cobalah dengarkan.

Saya hanya pendengar musik yang betah mendengar satu lagu diputar berulang-ulang semalaman, saya bukan kritikus musik ataupun orang yang ngerti musik. Bukan, sama sekali bukan. Saya nggak bisa menilai dengan objektif lagunya Elia itu. Tapi, kalau harus berkomentar, satu-satunya yang mengganggu di lagu itu adalah noise… dan itu pun adalah faktor eksternal. Jika mengabaikan faktor eksternal, saya bisa bilang bahwa “Give me a chance” adalah lagu akustik yang enak dan layak didengarkan. Petikan gitar yang terasa pilu, ditambah suara pejantan yang agak-agak serak gimanaaaaaaa gitu. Jujur, saya sempat mengulang lagu ini berkali-kali berurutan dalam semalaman sambil menemani saya onlen… semalaman.

Entah kenapa, saya merasa lagu itu cocok didengarkan saat hati lagi kalut dan emosional. Dengerin pake headset! Saya ndak tau anda bakal gimana, tapi kalau saya sih… Saya terhanyut dengerinnya😀 Nggak cuman saya, temen saya yang nyinyirnya stengah mati juga membenarkan pendapat saya mengenai lagu ini. Lagu akustik yang bagus dengan noise yang agak mengganggu. Hail Elia!

Lalu bagaimana dengan lagu yang saat ini saya dengarkan? Tenang saja, Give Me A Chance masih masuk dalam playlist kok, bersama dengan “Volturi Waltz” punya Alexandre Desplat dan “Satelitte Heart”-nya Anya Marina–score dan juga soundtrack nyumun. Anyway, New Moon bagus juga.