Ngerumpi For Merapi: Saints, we are not.

by celo

Ngerumpi punya acara, semacam csr ndak wajib untuk meringankan beban para pengungsi korban bencana meletusnya Gunung Merapi—ha ya ndak wajib, ngerumpi bukan korporat jhe. Diprakarsai oleh rasa kemanusia, dan dilakukan secara langsung dan tidak langsung oleh warga ngerumpi dan juga beberapa dermawan lainnya yang mau berkorban. Siapa yang jadi pionirnya? Ya, sebenarnya ndak perlu ambil credit lah, tapi kalau memang perlu, @chiilmill bisa disantuni kredit sebagai pencetus ngerumpi punya gawe yang satu ini? Acaranya? Banyak, tapi kurang lebih sama, kita berbagi sedikit apa yang kita miliki untuk para korban bencana yang tengah mengungsi dimana-mana itu.

*lirik judul*

Owkey, salah satu dari sekian banyak social media yang saya pantengi untuk mengikuti perkembangan zaman melalui informasi-informasi berharga—walau yang nggak nyampah juga banyak—itu twitter. Tidak bisa menutup mata, dengan adanya program ini, saya yang kebetulan berada di Jogja dan beberapa kali ikut medistribusikan bantuan dari teman-teman sekalian ke posko-posko pengungsian beberapa kali disebut sebagai saints oleh beberapa orang. Nggak munafik, sebagai manusia biasa saya cukup tersungging juga dengan sebutan itu, sungguh, saya sangat menghargainya😀 Tapi sebagai manusia biasa juga, yang kurangnya banyak sekali, saya cukup terkonclang, terdiam, dan malu seketika kala introspeksi dengan sebutan itu. Ya, saints… jamak, bersama dengan teman-teman lainnya yang mungkin memang pantas menyandang sebutan itu.

Tapi saya ndak bisa merasa seperti itu e tweeps ^^

Bagi saya, saints itu julukan yang bahkan lebih tinggi daripada gelar Pahlawan Nasional. Ya. Dan bagi saya pribadi, seseorang itu baru bisa disebut sebagai Pahlawan Nasional ketika dia memberikan derma bagi bangsa yang bisa dirasakan khalayak ramai, dan derma itu dilakukan dari kodratnya sebagai seseorang dengan jabatan dan kondisinya yang memungkingkeun untuk melakukan derma tersebut. Singkatnya, Pahlawan Nasional itu jasanya dilakukan diluar apa yang memang harus dilakukan😛 Kalau boleh memberikan contoh, saya ndak bisa merasa kalau seorang—ehem, mantan—presiden dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional karena usahanya dalam memajukan bangsa… karena memang itulah tugasnya sebagai seorang presiden. Dan saints itu lebih tinggi lagi derajatnya daripada itu.

Saya bukannya mau merendah, saya memang rendah dan sama sekali ndak maha, apalagi sok maha *keplak @centrino*😆 Kondisi saya memang mengharuskan saya berdomisili di Jogja yang banyak sekali kantong-kantong pengungsiannya. Di luar kewajiban saya, sebagai manusia saya toh memang bisa meluangkan sedikit waktu dan tenaga untuk ikut mendistribusikan bantuan dari teman-teman sekalian, itu bukan hal yang begitu susah karena saya memang seorang pengangguran yang waktu senggangnya begitu berlimpah. Jangan menyebut saya sebagai salah seorang saints karena melakukan pekerjaan yang begitu remeh tweeps ^^ Sungguh, saya tidak pantas disebut sebagai seorang saint—apalagi Saint Seiya, cuih!

Kalianlah para saints sesungguhnya tweeps😀 Kalian melebihi saya yang cuman leha-leha, duduk anteng dalem mobil, dengerin lagu secara pribadi dengan headset saya, dan nyanyi-nyanyi ngeriwuhi yang lagi nyetir. Sumpah, kalian, dengan semangat berbagi kalian, adalah saints sebenar-benarnya saint. Tanpa ada bantuan dari kalian, tanpa ada sedikit dana yang kalian kucurkan, tanpa ada keikhlasan yang kalian kucurkan, mungkin kami yang ada di Jogja ini tidak akan bisa bergerak sedikitpun kecuali sekedar cuap-cuap panik di berbagai social media, saya bisa jamin itu, setidaknya untuk saya sendiri😀 Jadi, tweeps, teruskan semangat berbagi kalian, jadilah saints dengan terus berderma sedikit dari yang kalian punya untuk Ngerumpi For Merapi ini melalui nomer rekening berikut:

Mandiri 137-000-6226647 a.n Matilda Narulita (chiil)

BCA 1260544205 a.n Galuh Kusumaning Tyas (sabishigaru)

Jangan lupa untuk crosscheck di 08562575899 setelah transfer😀 Semua bantuan yang kalian berikan akan kami belanjakan untuk keperluan para pengungsi di sekitar Jogja😀 Dan bagi kalian yang berada di Jogja dan ingin berbagi lebih jauh (selimut, selimut bayi, sabun, sikat gigi, dan juga peralatan mandi lainnya), kalian bisa menghubungi nomer di atas😀 Kalau bisa dijemput, akan kami jemput barangnya untuk didistribusikan. Untuk yang di Surabaya dan ingin berbagi hal yang sama, bisa menghubungi titutismail via twitter (@titutismail) atau Y!M (thoetzz@yahoo.com). Percayalah kawan, mereka sangat membutuhkan bantuan dari kalian, dan untuk itu kalian lebih pantas disebut sebagai seorang saints😀

Lalu untuk wilayah Semarang, saya mungkin tidak bisa seperti titut yang rela menjemput bola kapan saja. Khusus untuk wilayah Semarang, bila ingin turut berderma dalam Ngerumpi For Merapi, silahkan mulai kumpulkan selimut, selimut bayi, kue kering (sisa lebaran masih ada toh?), sikat gigi, serta peralatan mandi lainnya pada hari Senin besok (8 November 2010), saya akan mencoba menjemput barang-barang itu pada hari selasa (9 November 2010) dan besoknya akan saya serahkan pada @chiilmill untuk didistribusikeun. Sama seperti titut di Surabaya, njenengan bisa menghubungi saya via twitter (@celotehsaya) ataupun Y!M (naga.gini). Penting tweeps ^^ karena tanpa omong-omong dulu, saya ndak tau mesti jemput itu barang dimana😛

Last but not least *tsaaah*, bagi kalian yang memiliki kenalan yang ada kerabat di Jogja, atau bahkan kalian sendiri yang ada famili di Jogja… tolong dengan sangat, beritahukan pada mereka untuk tidak menonton berita tentang merapi. Ekstrim ya? Tapi setidaknya kalau memang kepepet nonton, tolong informasikan pada mereka untuk tidak langsung mengamini setiap informasi yang ada lalu cepat-cepat menyuruh anak-anak atau famili mereka supaya kabur dari Jogja tanpa menanyakan dulu kebenaran kabar tersebut dari mereka yang memang ada di Jogja😀 Ini penting, sumpah.

Begini, beberapa hari lalu memang benar zona awas merapi ditingkatkan hingga radius 20 kilometer. Artinya? Simpel tweeps, itu berarti makin banyak korban bencana dan pengungsi. Buru-buru menyelamatkan sanak-saudara padahal mereka berada di zona yang sangat selamat sama saja dengan mengurangi jumlah relawan yang siap sedia untuk membantu para pengungsi tersebut. Salahkan mass-panic, saya tetap akan menyalahkan media yang tidak reliable😀

Ok tweeps, mari berbagi😀