Lady Gaga

by celo

Sebenarnya saya bukan penggemar mbak yang satu ini😛 Lagu-lagunya pun banyak yang saya lewati begitu saja ketika terputar di pemutar musik saya. Tapi, harus diakui, banyak juga lagu-lagunya beliau yang saya gemari juga😛 Satu di antaranya, yang paling saya senangi, ‘Eh, Eh… (Nothing Else I Can Say)’, dua dan tiga berikutnya mungkin ‘Alejandro’ dan ‘Fashion’. Sisanya saya sekadar suka dan bukan yang suka banget (menurut data statistik last.fm saya, mbak ini bahkan kalah jauh dari SM*SH dan Justin Bieber).

Terus kalau ndak suka-suka banget, kenapa dijadikan postingan, jal?

Karena, eh, karena…, sebenarnya saya cukup mengagumi kepribadiannya mbak yang satu ini. Sebagai publik figur, yang sensasional pula, tentunya Mbak Stefani Joanne Angelina Germanotta menuai banyak sekali kritik sejak pertama kali dia muncul dengan lagu-lagunya yang—pada saat itu—lumayan pop. Satu hal yang membuat saya semakin kagum dengan mbak ini adalah gayanya dalam membalas kritik dan caci maki. Dia seorang pemusik, dengan musik dia berkarya. Daripada mencak-mencak ndak karuan menanggapi setiap kritik yang dilontarkan untuknya, dia memilih untuk menanggapinya dengan cara yang elegan. Dengan berkarya.

Beberapa waktu lalu, si mbak ini pernah digosipkan kalau mbak lady ini ternyata punya penis (#LinkNSFW), bahwa dia bahkan bukan lady atau mbak-mbak😛 Apa yang dia lakukan untuk menunjukkan protesnya? Memberikan siraman rohani kepada lawannya? Oh, ya ndak begitu juga. Mbak ini memilih untuk mengeluarkan video clip untuk lagu ‘Telephone ft. Beyonce’ yang menjawab semua gosip dan caci maki tersebut. Di video clip tersebut, dia memasukkan adegan di mana dirinya ditelanjangi oleh para sipir penjara diikuti dengan dialog yang kalo diterjemahkan bebas bakal jadi semacam ini, “Gw bilang juga apa, dia itu gak punya kenti!”

Standing applause for Lady Gaga😆

Si mbak ini, saya baru tahu tahun-tahun ini juga, ternyata juga aktivis LGBTQ. Ini nilai plus buat dia menurut saya. Karena tidak seperti kebanyakan selebritis yang hanya memberi ‘lip service’ untuk kasus-kasus semacam ini, mbaknya ini terang-terangan memberikan dukungannya…, salah satunya dengan memasukkan para penari latar homoseksual untuk video clip ‘Alejandro’, salah duanya tentu dengan hits-nya ‘Born This Way’. Sekali lagi, dia melibatkan karyanya dalam idealisme yang mbaknya miliki. Atau mungkin justru sebaliknya, dia melibatkan idealismenya dalam setiap karya-karya yang dia buat. Mengesampingkan bahwa—tidak bisa dipungkiri—LGBTQ bukanlah sesuatu yang menarik untuk dibahas kalau kamu masih ingin menjual karyamu dengan keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Nowadays, everybody is a homophobic.

Seperti setiap cerita, selalu ada hikmah yang bisa disuguhkan. Untuk Lady Gaga, beliau mengajarkan saya bahwa berargumen dan berkarya itu bisa sejalan. Bahwa kita tidak mungkin bisa disukai semua orang, bahwa kritik akan selalu ada dan sekadar marah-marah bukan jawaban yang tepat.

Simpelnya, saya merasa orang yang satu ini kok ya jenius banget, sih😆

I’m beautiful in my way
‘Cause God makes no mistakes
I’m on the right track, baby
I was born this way